News

Demo Sendirian Pakai Gambar Senyuman, Aktivis Singapura Ini Terancam Didenda Rp50 Juta

Singapura akan mendakwa seorang aktivis karena melakukan demonstrasi tanpa izin.


Demo Sendirian Pakai Gambar Senyuman, Aktivis Singapura Ini Terancam Didenda Rp50 Juta
Jolovan Wham berdemonstrasi seorang diri dengan menunjukkan gambar emoji senyuman (Instagram/JWham)

AKURAT.CO, Singapura akan mendakwa seorang aktivis karena melakukan demonstrasi tanpa izin. Padahal, ia hanya berdemonstrasi seorang diri dengan mengangkat gambar simbol senyuman di luar kantor polisi.

Dilansir dari Reuters, Jolovan Wham berselisih dengan otoritas Singapura yang secara ketat mengontrol pertemuan publik, media, dan kebebasan berbicara. Ia pun akan didakwa secara resmi di pengadilan pada Senin (23/11).

Tuduhannya terkait dengan insiden pada bulan Maret. Saat itu, pria 40 tahun ini menunjukkan dukungannya kepada seorang aktivis iklim muda yang mengatakan ia telah diinterogasi polisi atas protes serupa beberapa hari sebelumnya. Wham lantas mengunggah foto dirinya yang memegang gambar senyuman di akun media sosialnya.

Aktivis hak-hak sipil ini akan didakwa berdasarkan Undang-undang (UU) Ketertiban Umum yang mengatur pertemuan dan prosesi di tempat umum. Surat dakwaannya diunggah Wham di Twitter. Ia pun terancam denda hingga 5 ribu dolar Singapura (Rp52 juta).

Polisi Singapura membenarkan Wham telah diberi tahu soal dakwaan tersebut. Namun, mereka enggan memberikan komentar lebih lanjut.

"Gugatan terhadap saya ini hanya menunjukkan betapa absurdnya situasi ini. Apa yang saya lakukan disebut sebagai majelis. Ini penyalahgunaan bahasa Inggris. Bagaimana bisa satu pria yang berdiri di depan umum selama beberapa detik untuk berfoto bisa menjadi ancaman bagi ketertiban umum?" kata Wham.

Ia pun berencana untuk mengaku tidak bersalah.

Sementara itu, menurut peneliti dari Amnesty International Asia Tenggara Rachel Chhoa-Howard, insiden ini adalah contoh lain dari tindakan untuk menekan aktivis damai.[]