News

Bela Firli Cs, Pendemo Geruduk Komnas HAM Ungkit Kasus Burung Walet Novel Baswedan

Mereka menyoal pemanggilan Ketua KPK Firli Bahuri terkait tes wawasan kebangsaan (TWK)


Bela Firli Cs, Pendemo Geruduk Komnas HAM Ungkit Kasus Burung Walet Novel Baswedan
Kantor Komnas HAM di Bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

AKURAT.CO, Sekelompok massa mengatasnamakan Gerakan Rakyat Untuk Keadilan Indonesia (Gerak Indonesia) menggeruduk kantor  Komnas HAM.

Mereka menyoal pemanggilan Ketua KPK Firli Bahuri terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Di mana letak substansi pelanggaran HAM yang dilaporkan Novel Baswedan Cs, karena apa yang dilakukan pimpinan KPK amanat UU," kata koordinator aksi Gerak Indonesia Teddy dalam orasinya di depan Kantor Komnas HAM Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, pelaksanaan tes wawasan kebangsaan bukan sekonyong-konyong atas keinginan dari pimpinan KPK, melainkan pelaksanaan tes wawasan kebangsaan dilaksanakan atas kerja sama dari berbagai institusi antara lain Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat dan institusi lainnya.

Oleh karena itu, dia menyatakan pelaksanaan tes wawasan kebangsaan dapat dipastikan terang benderang dan tidak ada intervensi dari Pimpinan KPK.

"Seyogyanya Komnas HAM bekerja secara objektif bukan mengikuti opini yang diduga sengaja dikembangkan melalui sebuah laporan oleh Novel Baswedan Cs," ujarnya.

Bahkan, menurutnya, sebaiknya Komnas HAM memeriksa Novel Baswedan yang diduga melakukan pelanggaran HAM dalam kasus penembakan sarang burung walet.

"Sampai detik ini belum ada hasil investigasi maupun komentar dari Komnas HAM terkait kasus tersebut," katanya.

Gerak Indonesia menyampaikan sejumlah sikap yakni mendesak Komnas HAM untuk lebih fokus dalam permasalahan HAM di antaranya pembantaian warga di Poso, Papua dan lain-lain.

Kemudian mendesak Komnas HAM tidak mudah terpengaruh mengenai opini 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan. Gerak Indonesia juga menyakini tidak ada pelanggaran HAM dalam tes wawasan kebangsaan karena sudah sesuai prosedur dan amanat undang-undang.

Selanjutnya mendesak Komnas HAM untuk tidak menambah kegaduhan dan memperkeruh keadaan yang sudah kondusif. Terakhir mendesak Komnas HAM memeriksa Novel Baswedan dalam dugaan kasus burung walet yang mengakibatkan rakyat sipil menjadi korban.

Diketahui, Komnas HAM akan meminta keterangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan tim psikologi Angkatan Darat (AD) soal polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) atas laporan 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK.

"Ada pemanggilan BKN dengan Psikolog TNI AD, mereka diwakilkan," ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik di Kantornya, Rabu (9/6/2021).

Permintaan keterangan kepada sejumlah pihak dilakukan untuk membuat terang peristiwa. []