News

Demo 'Jokowi End Game', Ferdinand: Hasrat Politik Belaka Tanpa Pikirkan Risiko Covid-19!

Aktivis Sosial Politik Hukum Ferdinand Hutahaean menanggapi beredarnya poster ajakan aksi di media sosial dengan judul 'Jokowi End Game'.


Demo 'Jokowi End Game', Ferdinand: Hasrat Politik Belaka Tanpa Pikirkan Risiko Covid-19!
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean (Instagram/ferdinand_hutahaean)

AKURAT.CO, Aktivis Sosial Politik Hukum Ferdinand Hutahaean menanggapi beredarnya poster ajakan aksi di media sosial dengan judul 'Jokowi End Game'. Dugaannya, seruan tersebut datang dari kelompok anti pancasila.

"Otak di balik aksi jelas, targetnya apa juga jelas meski dibungkus dengan narasi-narasi seolah demokratis, tapi sesungguhnya dalam aksi ini tidak ada demokrasinya, tapi yang ada adalah pemaksaan kehendak dari kelompok anti Pancasila, kelompok radikal, intoleran, antek kilafah yang ingin mengubah Indonesia menjadi sebuah negara seperti keinginan mereka dan dibawah kekuasaan mereka," kata Ferdinand dalam keterangan tertulis yang dikutip AKURAT.CO, Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Ferdinand juga menilai aksi ini hanyalah untuk memenuhi hasrat politik belaka dan tidak memikirkan risiko ke depan terkait virus corona yang menyerang.

"Para anti Pancasila ini menunggangi wabah pandemi virus covid untuk mewujudkan hasrat politiknya tanpa berpikir resiko yang akan dihadapi oleh bangsa, risiko yang akan dihadapi oleh masyarakat umum karena penularan Covid-19 akan semakin tidak terkendali dengan adanya kerumunan seperti ini," paparnya.

Aksi Jokowi End Game ini, menurutnya tak akan berjalan tanpa adanya sponsor yang membiayai dan tanpa adanya aktor-aktor lapangan yang bekerja tanpa biaya.

"Masyarakat jangan melihat aksi ini sebagai aksi mahasiswa yang biasanya dari dulu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Aksi ini hanya memperalat nama mahasiswa dengan menggerakkan beberapa oknum mahasiswa yang memang ideologinya sudah miring dan dibawah pengaruh antek-antek kilafah. Mereka ini sesungguhnya adalah musuh negara dari organisasi terlarang yamg sudah dibubarkan oleh negara," kata dia.

Aksi ini, kata Ferdinand tentu harus dilawan dan tidak boleh dibiarkan. Sebab, mereka tidak sedang berjuang dijalan demokrasi tapi sedang memaksakan kehendak untuk menguasai Indonesia dengan menunggangi wabah virus Covid-19 yang tidak mudah diselesaikan ini.

"Mereka kaum intoleran radikal qadrun anti Pancasila tidak boleh dibiarkan merusak negara warisan leluhur ini. Sebagai anak bangsa, dan sebagai anak negara yang cinta NKRI dan Pancasila kita nyatakan lawan aksi sampah rusuh qadrun anti Pancasila," tutupnya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD merespon rencana aksi nasional "Jokowi End Game". Seruan aksi melalui poster yang beredar di media sosial itu adalah ajakan dari sejumlah elemen masyarakat untuk menolak kebijakan PPKM dan rencananya akan digelar pada Sabtu (24/7/2021). 

Mahfud tak mempersoalkan rencana aksi itu. Dia mempersilakan para pendemo untuk menyampaikan aspirasi. Yang terpenting, kata Mahfud, semua kegiatan itu bertujuan sama dengan pemerintah yakni menyelamatkan rakyat Indonesia dari wabah penyakit dan efek dominonya. []