News

Demo Buruh di Depan Balai Kota DKI, Lalin di Medan Merdeka Selatan Macet

Demo Buruh di Depan Balai Kota DKI, Lalin di Medan Merdeka Selatan Macet
Aksi massa buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/11/2022). (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO  Aksi massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan pendukung Partai Buruh menolak besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2023 telah menyebabkan kemacetan arus kendaraan di seputaran Jalan Medan Merdeka Selatan, Jaakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, satu ruas jalan di depan Balai Kota DKI dipenuhi parkir kendaraan dan massa buruh. 

Akibatnya, arus kendaraan dari arah Medan Merdeka Utara tersendat. Laju kendaraan melambat karena terjadi penyempitan ruas jalan. Untuk diketahui, jalanan depan Balaikota DKI terdiri atas empat ruas.  

baca juga:

Hingga siang ini, tak nampak seorang pun perwakilan Pemprov DKI Jakarta yang datang menemui massa buruh.

Dalam orasinya, massa buruh menolak keputusan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono terkait besaran upah tahun 2023. Dalam tuntutannya, mereka menilai keputusan Heru tak berdasarkan pertumbuhan inflasi ekonomi di DKI yakni 10,55 persen.

Ketua Perda KSPI DKI Jakarta, Winarso mengatakan, UMP DKI tahun 2023 sebesar Rp4.900.000 masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pekerja. 

Dia mencontohkan, dengan gaji sebesar Rp4.900.000 digunakan untuk biaya kontrak rumah sekitar Rp900 ribu, lalu makan 30 hari sekitar Rp1,8 juta ditambah ongkos transportasi sekitar Rp625 ribu. Jika ditotal semua sudah mencapai Rp3.325.000 juta atau dibulatkan menjadi Rp 3,4 juta.

"Itu baru tiga komponen loh. Kita dapat Rp4.900.000 dikurang Rp3,4 juta sisa Rp1,5 juta. Belum beli baju, kalau sudah punya anak, belum jajan anak, belum beli pulsa, belum tagihan listrik. Buruh DKI kerja tidak bisa nabung," paparnya.[]