News

Demo Buruh, Arus Lalin di Patung Kuda Terpantau Lancar

Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan belum ditutup seperti biasanya ketika ada demonstrasi.


Demo Buruh, Arus Lalin di Patung Kuda Terpantau Lancar
arus lalu lintas di kawasan Patung Kuda terpantau lancar. (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Sejumlah elemen buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak akan menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu (21/5/2022) di Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Dari pantauan AKURAT.CO di lokasi sekira pukul 11.30 WIB, arus lalu lintas di kawasan Patung Kuda terpantau lancar.

Selain itu, Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan belum ditutup seperti biasanya ketika ada demonstrasi.

baca juga:

Sementara personel kepolisian mulai terlihat  di beberapa titik kawasan sekitar Patung Kuda.

Sebagai informasi, dalam aksi unjuk rasa 21 Mei 2022 ini sejumlah buruh akan membawa tuntutan untuk disampaikan kepada pemerintah. Sejumlah tuntutan tersebut antara lain:

1. Hentikan pembahasan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja inkonstitusional dan hentikan upaya revisi UU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

2. Hentikan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat dan tuntaskan pelanggaran HAM.

3. Turunkan harga (BBM, minyak goreng, PDAM, Listrik, Pupuk, PPN, dan TOL).

4. Tangkap, adili, penjarakan, dan miskinkan seluruh pelaku koruptor.

5. Redistribusi kekayaan nasional (berikan jaminan sosial atas pendidikan, kesehatan, rumah, fasilitas publik, dan penyediaan pangan gratis untuk masyarakat).

6. Sahkan UU Pembantu Rumah Tangga dan berikan perlindungan bagi buruh migran.

7. Wujudkan reforma agrarian sejati dan hentikan perampasan sumber-sumber agraria.

8. Tolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

9. Berikan akses partisipasi publik seluas-luasnya dalam rencana Revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

10. Tolak Revisi UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja.

11. Berikan perlindungan dan jaminan kepastian kerja bagi pekerja pemerintahan non PNS (penyuluh KB, guru honorer, pekerja perikanan dan kelautan), serta pengemudi/driver online, dan lain-lain.

12. Hapus sistem kerja kontrak, outsourcing, dan sistem magang.

13. Stop upah murah, berlakukan upah layak nasional.

14. Hapuskan kekerasan berbasis gender di dunia kerja lewat ratifikasi Konvensi ILO 190.