News

Demi Sertifikat Vaksin Covid-19, Pria Italia Ini Pakai Tangan Palsu untuk Tipu Nakes saat Disuntik

Lengan palsu silikon itu terlihat sangat mirip dengan kulit asli manusia, tetapi warna dan teksturnya membuat nakes curiga.


Demi Sertifikat Vaksin Covid-19, Pria Italia Ini Pakai Tangan Palsu untuk Tipu Nakes saat Disuntik
Seorang pria membuka lengan bajunya saat disuntik vaksin Covid-19. (Foto: Associated Press) ()

AKURAT.CO Seorang pria Italia mencoba menipu tenaga kesehatan (nakes) dengan memakai lengan palsu saat divaksin Covid-19. Pasalnya, ia hanya mengincar sertifikat kesehatan yang akan memberikan kebebasan di negara tersebut menjelang pembatasan yang mulai berlaku pada Senin (6/12).

Dilansir dari Washington Post, insiden di Biella ini dibeberkan oleh Presiden Piedmont, Alberto Cirio, dalam unggahan Facebook-nya pada Jumat (3/12).

Cirio menyebut lengan palsu silikon itu terlihat sangat mirip dengan kulit asli manusia. Namun, warna dan teksturnya membuat nakes curiga, sehingga ia diminta menunjukkan seluruh lengannya.

"Insiden ini memang konyol. Namun, kita perlu menyadari kalau perbuatan tersebut sangat serius," komentar Cirio.

Pria berusia 50an tahun itu pun dipolisikan dan terancam tuntutan pidana.

Menurut laporan Associated Press, perawat yang bertugas memberikan suntikan pada Kamis (2/12) bernama Filippa Bua. Ia langsung menyadari kalau ada sesuatu yang salah.

"Ketika saya membuka lengan bajunya, saya merasakan kulit yang dingin dan kenyal. Warnanya juga terlalu terang," ungkap Bua kepada surat kabar Italia Corriere della Sera.

Awalnya, ia mengira pria yang mengaku sebagai dokter gigi itu telah diamputasi dan keliru menyodorkan lengan yang salah kepadanya. Namun, ia lantas menyadari kalau pria itu mencoba menghindari vaksinasi dengan menggunakan lengan palsu.

Menurut keterangan Bua, pria itu mengaku menginginkan sertifikat kesehatan yang dijuluki 'kartu hijau'. Ia pun mencoba membujuk Bua agar tetap merilis kartu itu setelah ketahuan. Permintaannya tentu saja ditolak. Meski begitu, pria itu tetap berperilaku sopan dan langsung pergi usai muslihatnya gagal.

Italia menjadi salah satu negara Eropa yang paling terpukul pada awal pandemi virus corona. Lebih dari 134 ribu warga telah meninggal karena Covid-19, menurut data dari Universitas Johns Hopkins. Sementara itu, tingkat vaksinasinya kini telah mencapai sekitar 73 persen dari populasi.

Meski begitu, sentimen antivaksin masih subur di sejumlah kantong Eropa, termasuk Italia. Mereka yang tak divaksin pun menjadi target pembatasan untuk membendung penyebaran virus.

Mulai Senin (6/12), warga Italia yang tak divaksin dilarang memasuki tempat-tempat seperti bioskop, restoran, dan acara olahraga, menurut pemerintah Perdana Menteri Mario Draghi.[]