News

Demi Rakyat Palestina, Mesir Buka Perbatasan dan Kirim Ambulans ke Gaza

Pejabat medis Mesir mengonfirmasi bahwa Mesir memang tengah memberi bantuan dengan cara mengirimkan setidaknya 10 ambulans mulai Sabtu (15/5)


Demi Rakyat Palestina, Mesir Buka Perbatasan dan Kirim Ambulans ke Gaza
Warga Palestina melarikan diri dari sebuah gedung yang menjadi sasaran pemboman Israel di Kota Gaza pada Selasa (11/5) (APAIMAGES/REX FEATURES)

AKURAT.CO, Solidaritas dan bantuan untuk rakyat Palestina di Gaza terus berdatangan dari dunia internasional. Dalam laporan terbaru, Mesir bahkan sampai membuka perbatasan Rafah dengan Gaza dan mengirimkan ambulans untuk mengangkut warga Palestina yang terluka.

Seperti diberitakan News18, kiriman ambulans untuk warga Palestina itu diungkap langsung oleh pejabat medis Mesir. Dalam keterangannya itulah, pejabat ini mengonfirmasi bahwa Mesir memang tengah memberi bantuan dengan cara mengirimkan setidaknya 10 ambulans mulai Sabtu (15/5) waktu setempat. 

Dijelaskan pula bagaimana demi bisa mendatangkan 10 ambulans itu, Mesir rela membuka Pelintasan Perbatasan Rafah selama masa liburan. Dengan ambulans itu, warga yang terluka kemudian akan dikirim ke rumah sakit di Mesir.

"Mesir telah membuka perbatasan Rafah dengan Gaza pada Sabtu untuk mengizinkan 10 ambulans mengangkut warga Palestina yang terluka parah dalam serangan udara Israel ke rumah sakit Mesir.

"Mesir dengan luar biasa telah membuka penyeberangan Rafah untuk memungkinkan 10 ambulans Mesir ke Jalur Gaza untuk mengangkut warga Palestina yang terluka ... untuk dirawat di Mesir," kata sumber pejabat medis tersebut.

Keterangangan dari pejabat Mesir ini juga telah diamini oleh seorang pejabat di perbatasan Gaza. Dalam keterangannya, ia pun memuji tindakan Mesir hingga menyebut bantuan mereka sebagai 'hal yang luar biasa'. Mengingat, perbatasan biasanya ditutup selama hari libur umum, tidak terkecuali Idulfitri yang tahun ini berlangsung dari Rabu-Minggu di Mesir. Sementara di hari kerja, Pelintasan Perbatasan Rafah biasanya dibuka.

Berita tentang kiriman ambulans ini juga datang setelah pada Jumat (14/5), otoritas kesehatan masyarakat Mesir mengumumkan soal penangguhan liburan Idulfitri untuk sejumlah dokter dan perawat Mesir. 

Saat itu, otoritas menjelaskan bahwa penangguhan ditujukan untuk persiapan penerimaan 'para korban yang datang dari Jalur Gaza'.

Di hari yang sama, Imam besar masjid dan universitas Al-Azhar Mesir yang terkenal, Sheikh Ahmed al-Tayeb, juga melontarkan dukungannya untuk rakyat Palestina.

"Hentikan pembunuhan. Jika kita benar-benar ingin kedamaian, kita tidak bisa diam dan menerima standar ganda lagi," kata Al-Tayeb dalam kampanye media sosialnya.

Sementara Mesir menunjukkan dukungan hingga mulai membantu korban terluka di Gaza, jumlah korban tewas karena serangan Israel dilaporkan terus meroket. 

Sejak pertempurannya dengan Hamas pada Senin (10/5), Israel telah menewaskan setidaknya 139 orang di Gaza. Di antara yang meregang nyawa termasuk 39 anak. Sedangkan, korban terluka telah menembus hingga sekitar 950 orang.

Sementara itu, roket yang diluncurkan oleh Hamas telah menewaskan setidaknya 9 orang di Israel. Sama seperti di Gaza, sebagian korban yang tewas di Israel juga anak-anak.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co