News

Demi Menjaga Ketahanan Tubuh, Nurdiansyah Usulkan Jam Kerja Khusus Bagi Petugas Medis yang Menangani COVID-19

Demi Menjaga Ketahanan Tubuh, Nurdiansyah Usulkan Jam Kerja Khusus Bagi Petugas Medis yang Menangani COVID-19
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) di Puskesmas Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (11/4/2020). Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cipondoh ketika merabaknya wabah pandemi Covid-19, mewajibkan seluruh tenaga medisnya menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat, masker dan face shield yang sudah berjalan sekitar dua minggu. Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Puskesmas Cipondoh, Melya Yuliastiny, layanan saat ini pun dibagi dua, untuk pasien yan (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Salah satu perawat di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso mengeluhkan soal pola waktu kerja di tengah banyaknya penanganan pasien COVID-19.

"Kami tetap bekerja sesuai dengan aturan yang sama seperti saat sebelum COVID-19 merebak di Indonesia khususnya di ibu kota," kata dia dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Minggu (19/4/2020).

Sebagai garda terdepan dalam penanganan virus corona ini, ia mengusulkan pada pemerintah agar jam kerja khusus tenaga medis diberlakukan waktu khusus, hal itu demi mempertahankan ketahanan tubuh dan juga kesehatan mereka dalam menghadapi pandemi ini. 

baca juga:

"Kalau bisa, pemerintah adakan waktu untuk kita bekerja tidak seperti biasa. Misalnya 14 hari kerja, 14 hari libur," kata Nurdiansyah. 

Ia pun mengatakan selama virus corona mewabah, dirinya dan teman-teman tenaga medis lainnya tak lagi pulang ke rumah untuk bertemu dengan keluarga mereka. 

"Jujur saya sudah sebulan lebih tidak bertemu dengan orang tua. Saya memang khawatir, karena orang tua saya memiliki penyakit penyerta (komorbid)," ujarnya. 

Meski demikian, Nurdiansyah tetap mengapresiasi pemerintah karena telah menyediakan fasilitas yang layak bagi para petugas medis selama menangani pasien-pasien COVID-19.


"Alhamdullilah pemerintah sudah memberikan penginapan untuk teman-teman agar bisa transit dan beristirahat," tukasnya.[]