Ekonomi

Demi Lucuti Bestie Putin, Uni Eropa Persiapkan 'Senjata Pamungkas'

Komisi Uni Eropa saat ini dalam upaya untuk menyiapkan aturan baru yang nantinya dapat memudahkan menyita aset yang berhubungan dengan Rusia


Demi Lucuti Bestie Putin, Uni Eropa Persiapkan 'Senjata Pamungkas'
Ilustrasi Bendera Uni Eropa (IED.EU)

AKURAT.CO, Komisi Uni Eropa saat ini dalam upaya untuk menyiapkan aturan baru yang nantinya dapat memudahkan pemerintah Uni Eropa dalam menyita aset orang-orang kaya dan oligarki yang berhubungan dengan Rusia.

Proposal legislatif tersebut akan diumumkan pada 25 Mei mendatang demi menciptakan kerangka hukum agar dapat menghukum, menghindari serta melanggar hal-hal yang berkaitan dengan sanksi Uni Eropa.

Menurut Didier Reynders, pejabat dari European Commissioner for Justice (Komisi Hukum Eropa), peraturan ini nantinya akan menjadi 'senjata pamungkas' untuk dapat menyita seluruh aset yang berhubungan dengan Moskwa.

baca juga:

" Kami sedang mengerjakan sebuah alat bagi Eropa untuk memungkinkan penyitaan di mana-mana di semua negara Uni Eropa," kata Didier Reynders, dikutip dari Reuters, Rabu (11/5/2022).

Sebagai upaya untuk melucuti dan melumpuhkan perekonomian Rusia, Reynders juga mengatakan bahwa peraturan ini juga bisa menghukum para elit yang dekat dengan Kremlin setelah invasi ke Ukraina. Aturan baru ini juga nantinya akan berlaku juga untuk orang-orang yang dikenai sanksi oleh Uni Eropa di masa lalu atas krisis lain, termasuk Suriah, Korea Utara, atau Iran.

Selain itu, Reynders juga menjelaskan bahwa alat hukum ini akan membuat pelanggaran atau upaya untuk menargetkan orang-orang uyang mencoba mentransfer aset mereka kepada anggota keluarga dalam upaya melindungi aset mereka. Banyak aset oligarki saat ini sulit untuk disita atau bahkan dibekukan karena terdaftar sebagai milik anggota keluarga.

Sampai saat ini, Uni Eropa telah menyetujui untuk pembekuan aset ratusan pengusaha dan pejabat Rusia sejak dimulainya perang Ukraina. Namun dalam eksekusinya, mereka pun mulai menghadapi kendala hukum dan kesulitan dalam mengidentifikasi pemilik aset yang sebenarnya, seperti real estate, kapal pesiar, atau rekening bank.

Sedangkan untuk sanksi Uni Eropa yang berlaku saat ini hanya mengizinkan pembekuan aset individu dan perusahaan yang masuk daftar hitam, yang mana masih memungkinkan di beberapa negara lain yang ada di Uni Eropa masih dapat terus menggunakan aset mereka, tanpa khawatir untuk disita. Sehingga dengan aturan baru ini dibuat, nantinya Uni Eropa tak lagi kesulitan dalam melacak dan menjatuhkan sanksi.[]