Rahmah

Demi Kesehatan, Jemaah Haji Diimbau Perbanyak Minum

Cuaca yang cukup panas membuat tubuh cepat dehidrasi sehingga memicu terjadinya penyakit.


Demi Kesehatan, Jemaah Haji Diimbau Perbanyak Minum
Ilustrasi Kakbah saat dipenuhi para jemaah dari seluruh dunia (pixabay.com)

AKURAT.CO Jemaah haji diminta untuk menjaga cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih. Sebab, cuaca yang cukup panas membuat tubuh cepat dehidrasi sehingga memicu terjadinya penyakit.

“Kami tetap selalu ingatkan jemaah haji maupun petugas di hotel, di kloter maupun sektor, untuk selalu gunakan masker. Terutama saat keluar dari kamar untuk menjaga karena kita masih dalam situasi pandemi. Jangan lengah, jangan lalai walaupun Arab Saudi sudah longgarkan protokol kesehatan,” terang Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia Muhammad Imran di Makkah, Selasa (21/06/2022) dikutip AKURAT.CO dari laman resmi Kemenag.

Selanjutnya, Imran, sapaan akrabnya, mengimbau pada seluruh jemaah untuk tetap memakai masker guna mencegah diri terinfeksi virus sehingga harus melakukan isolasi mandiri (Isoman).

baca juga:

“Walaupun gejala sudah sembuh, tetap isolasi harus sampai selesai, baru boleh keluar kamar.  Nah Ini kan menghambat aktivitasnya, ini pentingnya menggunakan masker," katanya.

Menurutnya, berdasarkan data-data pelayanan tahun sebelumnya, yang paling banyak dirawat baik di rumah sakit maupun KKHI adalah mereka yang terkena pneumonia.

Mengacu pada data pelayanan di tahun sebelumnya, Imran melaporkan bahwa jemaah yang paling banyak dirawat baik di rumah sakit atau KKHI adalah mereka yang terjangkit pneumonia, yaitu peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi.

“Nah, cegah pneumonia ini mudah, pakai masker. Sebelum pandemi, kasus radang paru sangat tinggi, apalagi di masa pandemi ini, jadi tetap jemaah haji pakai masker di luar kamar, cuci tangan. Semua prokes yang di lakukan di Tanah Air tetap di lakukan saat ibadah di Tanah Suci,” terang Imran.

Mengingat cuaca yang sedang panas, Imran menyampaikan agar selain perbanyak mengkonsumsi air putih, jemaah juga diminta untuk memakai payung saat keluar pada pukul 9-5 sore. Selain itu, membawa botol semprotan air untuk mendiginkan suhu permukaan kulit juga dianjurkan demi mencegah penguapan lebih banyak atau cegah dehidrasi.

Ia juga mengimbau jemaah untuk selalu memakai alas kaki.  Dikatakannya, beberapa waktu lalu di Madinah cukup banyak kasusnya, ada sekitar 8 kasus kaki yang melepuh karena kehilangan sandal saat ibadah di masjid.

“Kami anjurkan jemaah ketika masuk masjid,  sandalnya bawa, masukkan kantong plastik dan dibawa ke masjid. Kasus yang terjadi di Madinah itu karena mereka kehilangan sandal dan mereka mencoba nekat keluar ke toko beli sandal. Nah ini, jalan beberapa meter saja tanpa alas, kaki akan melepuh,” tandasnya.[]

Sumber: Kemenag