News

Demi Kemanusiaan, Jerman dan Finlandia Bawa Pulang Tersangka ISIS dari Kamp Suriah

Demi Kemanusiaan, Jerman dan Finlandia Bawa Pulang Tersangka ISIS dari Kamp Suriah


Demi Kemanusiaan, Jerman dan Finlandia Bawa Pulang Tersangka ISIS dari Kamp Suriah
Lima wanita yang diduga terlibat ISIS baru saja dipulangkan ke Jerman dari kamp Suriah (BBC)

AKURAT.CO, Jerman dan Finlandia telah memulangkan 5 wanita dan 18 anak-anak dari kamp-kamp Suriah yang menampung tersangka anggota keluarga militan ISIS. Menurut kementerian luar negeri kedua negara tersebut, mereka dibawa pulang akhir pekan lalu karena alasan kemanusiaan.

Dilansir dari BBC, ratusan orang Eropa yang bergabung dengan ISIS berada di kamp-kamp yang dikelola Kurdi di Suriah utara. Mereka dipindahkan ke sana bersama dengan ribuan orang lainnya yang mengungsi setelah ISIS dinyatakan kalah secara teritorial di Suriah dan Irak pada Maret 2019.

Banyak dari mereka yang dicurigai sebagai istri dan anak-anak pejuang ISIS atau simpatisan kelompok jihadis. Tak heran, beberapa negara Eropa enggan memulangkan warganya dari kamp lantaran khawatir terhadap risiko keamanan. Namun, kelompok HAM mendesak pemerintah untuk mengambil kembali warganya. Pasalnya, meninggalkan perempuan dan anak-anak di kamp membuat mereka berisiko terhadap penyakit dan radikalisasi.

Pada Minggu (20/12), Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Mass mengaku sangat lega dapat memulangkan 12 anak lagi dan 3 ibu dari kamp di timur laut Suriah kemarin.

"Pemulangan itu adalah masalah kemanusiaan, terutama yatim piatu dan anak-anak yang sakit serta kebutuhan mereka yang dianggap sangat perlu dan mendesak," ungkapnya.

Menurutnya, secara hukum tidak mungkin memulangkan anak-anak tanpa ibu mereka.

Sementara itu, tiga dari wanita yang baru dipulangkan itu pun tengah diselidiki karena diduga anggota ISIS. Menurut media Jerman SVR, salah satunya pernah ditangkap di Bandara Frankfurt karena dicurigai sebagai anggota ISIS dan dugaan kejahatan lainnya. Jaksa penuntut mengatakan wanita dari negara bagian Saxony-Anhalt tersebut diyakini melakukan perjalanan ke Suriah pada usia 15 tahun dan bergabung dengan ISIS.

Majalah Jerman Der Spiegel pun melaporkan bahwa 2 perempuan lainnya tengah diselidiki karena dicurigai menjadi anggota ISIS.

Di sisi lain, menurut Kamal Akif kepada AFP, ketiganya adalah istri jihadis ISIS yang kondisi kesehatannya sangat buruk.