Ekonomi

Demi Efisiensi, Kemenhub Genjot Digitalisasi Inaportnet di Pelabuhan

Kemenhub mengoptimalkan digitalisasi melalui Inaportnet di Pelabuhan Banten dan Batam upaya menurunkan biaya logistik dengan memangkas biaya operasional


Demi Efisiensi, Kemenhub Genjot Digitalisasi Inaportnet di Pelabuhan
Aktivitas Bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (17/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengoptimalkan digitalisasi melalui Inaportnet di Pelabuhan Banten dan Batam dalam upaya menurunkan biaya logistik dengan memangkas biaya operasional, sehingga dapat menciptakan efisiensi.

"Penerapan Inaportnet di pelabuhan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan agar dapat berjalan cepat, valid, transparan dan terstandar," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Kementerian Perhubungan, Capt Mugen Sartoto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Inaportnet adalah sistem informasi layanan secara elektronik berbasis internet yang terpusat dan mengkolaborasikan standar pelayanan operasional pelabuhan untuk melayani kegiatan kapal dan barang di pelabuhan.

Implementasi Inaportnet tahap awal dimulai dari Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Cigading. Kedua pelabuhan tersebut digawangi oleh dua badan usaha pelabuhan yakni Pelindo dan Krakatau Bandar Samudera.

Seiring berjalannya waktu, implementasi tahap awal ini sudah mulai merambah pelabuhan lain yakni pengusulan Pelabuhan Merak dan Bojonegara. Dan akan segera disusul dengan Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Kepentingan sendiri (TUKS) di wilayah Banten yang telah mempersiapkan infrastruktur dan kelengkapan pendukung operasionalnya.

Sebelumnya, KSOP Kelas I Banten telah melakukan digitalisasi Pelabuhan Banten melalui aplikasi KSOP Online. Aplikasi ini mengakomodir kapal-kapal Pelayaran Rakyat serta kapal di bawah 35 GT. Hal ini dilakukan karena digitalisasi dinilai dapat meningkatkan transparansi dalam pelayanan.

Karena sebelumnya, kapal Pelayaran Rakyat dan kapal di bawah 35GT memang tidak terakomodir di Inaportnet, begitu juga pergerakan kapal penyeberangan SPB dan SPOG ditarik PNBP itu bukan per kegiatan tapi 30 hari sekali, dikenakan labuh tambatnya.

Namun, Dirlala menegaskan saat ini sudah disepakati aplikasi yang digunakan di Pelabuhan Banten hanya Inaportnet, dan kebijakan free zonasi (untuk BUP Pemanduan).

"Operator Kapal dibebaskan memilih BUP pemanduan tidak dibagi-bagi zonasinya sehingga nanti diharapkan data hanya dari satu pintu, Inaportnet," ujar Dirlala.