News

Demi Dapat Dukungan, PM Malaysia 'Suap' Oposisi dengan Janji Reformasi Politik

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menawarkan untuk memperkenalkan reformasi politik demi memenangkan dukungan oposisi untuk kepemimpinannya.


Demi Dapat Dukungan, PM Malaysia 'Suap' Oposisi dengan Janji Reformasi Politik
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob. (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Jumat (10/9) menawarkan untuk memperkenalkan reformasi politik demi memenangkan dukungan oposisi untuk kepemimpinannya. Kebijakan itu termasuk undang-undang (UU) baru untuk mencegah pembelotan dan membatasi masa jabatan perdana menteri hingga 10 tahun.

Dilansir dari Reuters, Ismail Sabri menjabat bulan lalu dengan mayoritas parlemen yang tipis. Ia menjadi perdana menteri ketiga dalam beberapa tahun di tengah ketidakstabilan politik yang berkepanjangan.

Menurutnya, usulan itu merupakan upaya untuk membangun lanskap politik baru.

"Pemerintah berpendapat fokus dan prioritas harus diberikan oleh seluruh pihak saat ini terhadap stabilitas politik dan administrasi negara dalam memerangi Covid-19 serta pemulihan ekonomi," ungkapnya.

Pendahulunya, Muhyiddin Yassin, mengajukan usulan serupa bulan lalu, tetapi oposisi menolaknya. Akibatnya, ia memilih mengundurkan diri.

Di sisi lain, sejumlah usulan Ismail Sabri merupakan reformasi yang bertahun-tahun dituntut oleh oposisi, yang sempat berkuasa pada 2018-2020. Tawaran ini juga mencakup kesepakatan bipartisan pada setiap RUU yang akan diperkenalkan di parlemen, masukan dari partai-partai oposisi di dewan pemulihan nasional, dan segera menurunkan usia pemilih menjadi minimal 18 tahun dari sebelumnya 21 tahun.

Ia juga menjanjikan pemimpin oposisi di parlemen akan diberikan remunerasi dan hak yang sama sebagai menteri kabinet.

Malaysia telah dilanda ketidakstabilan politik sejak kekalahan UMNO pada Pemilu 2018 yang telah memerintah selama lebih dari 60 tahun sejak kemerdekaan. Sejak itu, 2 pemerintahan tumbang dan penunjukan Ismail Sabri pun mengembalikan peran perdana menteri ke UMNO.[]