Rahmah

Demi Berjuang Bersama Rasulullah, Abu Khaitsamah Rela Meninggalkan Kenikmatan Dunia, Kisahnya Begini

Ketika Rasulullah SAW sedang  memobilisasi pasukan untuk peperangan Tabuk, diketahui Abu Khaitsamah sedang berada di luar kota Madinah.


Demi Berjuang Bersama Rasulullah, Abu Khaitsamah Rela Meninggalkan Kenikmatan Dunia, Kisahnya Begini
Ilustrasi Sahabat Nabi (Kalam.sindonews)

AKURAT.CO  Pada saat Rasulullah SAW sedang  memobilisasi pasukan untuk peperangan Tabuk, diketahui Abu Khaitsamah sedang berada di luar kota Madinah. Beberapa hari setelah Beliau berangkat ke Tabuk, barulah ia tiba kembali di kota Madinah. 

Kala itu, cuaca sangatlah panas, kemudian kedua istrinya menyambut kedatangannya dengan gembira. Beberapa makanan dan air yang dingin telah disiapkan untuknya di dalam rumahnya yang berada di salah satu bagian kebunnya yang teduh.

Ketika Abu Khaitsamah berdiri di pintu rumahnya, ia memandang dua istrinya dan apa yang telah disiapkan untuknya. Matanya tampak menerawang jauh, tiba-tiba ia berkata, "Rasulullah SAW berada di terik matahari, tiupan angin kencang dan cuaca yang sangat panas, sementara Abu Khaitsamah berada di naungan yang sejuk, makanan yang terhidang dan dua istrinya yang cantik di tengah harta bendanya,… Ini sungguh tidak adil."

Abu Khaitsamah kemudian termenung dan berkata kepada istrinya, "Demi Allah, aku tidak akan masuk ke rumah menemui kalian, sehingga aku menyusul Rasulullah SAW. Sediakan perbekalan untukku."

Ketika semua sudah disiapkan dengan cepat oleh kedua istrinya, ia segera memacu untanya untuk menyusul Rasulullah SAW. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan Umair bin Wahb al Jumahi yang juga ingin menyertai Rasulullah SAW, merekapun berjalan bersama. 

Pada saat ia melihat rombongan pasukan yang sedang beristirahat di Tabuk, Abu Khaitsamah berkata kepada Umair, "Aku mempunyai kesalahan, karena itu tidak masalah jika engkau tertinggal dariku, sampai aku menemui Rasulullah SAW."

Ternyata Umair memahami keinginannya itu, dan ia membiarkan Abu Khaitsamah memacu untanya lebih cepat untuk lebih dahulu menemui Rasulullah SAW. Kemudian para sahabat berkata kepada Rasulullah SAW, bahwa ada seseorang yang memacu untanya dengan cepat mendekati mereka. Beliau berkata, "Semoga ia adalah Abu Khaitsamah!!"

Setelah penunggang unta itu semakin dekat, orang-orang membenarkan ucapan Rasulullah SAW tersebut. Sesudah menambatkan untanya, Abu Khaitsamah mendekat dan memberi salam kepada Rasulullah SAW, beliau berkata kepadanya, "Celaka engkau, wahai Abu Khaitsamah!"

Kemudian Abu Khaitsamah meminta maaf dan menceritakan apa yang dialaminya, dan juga yang telah dilakukanya kepada keluarganya. Setelah penjelasannya tersebut Rasulullah SAW bersabda, “Itu adalah hal yang baik!"

Rasulullah SAW juga mendoakan untuk kebaikan bagi Abu Khaitsamah. Subhanallah. []