News

Delegasi AS Kembali Temui Perwakilan Taliban di Qatar, Bahas Apa?

Delegasi AS Kembali Temui Perwakilan Taliban di Qatar, Bahas Apa?


Delegasi AS Kembali Temui Perwakilan Taliban di Qatar, Bahas Apa?
Ketua Delegasi Taliban Abdul Salam Hanafi dan anggota delegasi lainnya mengikuti pembicaraan internasional tentang Afganistan di Moskow, Rusia, 20 Oktober 2021. (Alexander Zemlanichenko/Pool via REUTERS)

AKURAT.CO, Para delegasi Amerika Serikat (AS) kembali mengadakan pertemuan dengan kelompok Taliban di Doha, Qatar. Dalam pertemuan ini, delegasi AS dipimpin oleh perwakilan khusus untuk Afganistan, Thomas West. Seperti dilansir dari situs Departemen Dalam Negeri AS, West memimpin delegasi antarlembaga senior termasuk perwakilan dari Departemen Luar Negeri, Departemen Keuangan, USAID, dan komunitas intelijen.

Pada Senin hingga Selasa (29, 30/11), West dan pejabat AS lainnya berbicara dengan perwakilan senior dan profesional teknokratis Taliban dengan sejumlah diskusi terkait kepentingan nasional Afganistan yang berkelanjutan.

Diungkap oleh Departemen Luar Negeri AS, kedua belah pihak membahas di antaranya soal tanggapan masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Afganistan. Dalam hal ini, delegasi AS berjanji untuk terus mendukung upaya PBB untuk mengatasi situasi tersebut.

Para pejabat AS juga menekankan pentingnya Taliban untuk memenuhi komitmennya untuk tidak mengizinkan siapa pun dari tanah Afganistan menimbulkan ancaman bagi negara mana pun. Dilaporkan pula dalam  pertemuan itu, delegasi AS ingin agar Taliban mau memenuhi janji-janjinya untuk melindungi hak-hak semua warga Afganistan. Itu termasuk tuntutan agar Afganistan bersedia menyediakan akses pendidikan di seluruh negeri di semua tingkatan untuk wanita serta anak perempuan.

"Para pejabat AS menyatakan keprihatinan mendalam mengenai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan mendesak Taliban untuk melindungi hak-hak semua warga Afghanistan, menegakkan dan mendorong kebijakan amnesti umum dan mengambil langkah-langkah tambahan untuk membentuk pemerintahan yang inklusif dan representatif," kata Departemen Luar Negeri AS, dikutip dari Reuters melalui GulfNews. 

Taliban, sementara itu, dilaporkan bersedia terlibat dengan komunitas internasional untuk memberikan akses penuh pendidikan kepada anak perempuan.

"Taliban menyatakan keterbukaan untuk terlibat dengan komunitas internasional tentang akses penuh ke pendidikan dan menyambut baik upaya untuk memverifikasi dan memantau kemajuan untuk mendaftarkan wanita dan anak perempuan di sekolah di semua tingkatan," kata Departemen Luar Negeri AS.

Pada 9-10 Oktober, delegasi AS juga melakukan perjalanan ke Doha, Qatar untuk bertemu dengan perwakilan senior Taliban. Saat itu, delegasi AS berfokus pada masalah keamanan, terorisme hingga perjalanan yang aman bagi warga AS serta warga negara asing lainnya. Selain itu, pembahasan juga di antaranya mencakup isu hak asasi manusia di Afganistan, termasuk partisipasi yang berarti dari wanita dan anak perempuan dalam semua aspek masyarakat Afganistan.