Olahraga

Delapan Tim Medis Maradona Bakal Disidangkan dengan Tuduhan Pembunuhan

Tim medis Diego Maradona dianggap melakukan pembunuhan sederhana yang bisa berakibat hukuman penjara selama 25 tahun.


Delapan Tim Medis Maradona Bakal Disidangkan dengan Tuduhan Pembunuhan
Legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona, saat memasuki lapangan mendampingi tim yang dilatihnya, Gimnasia Y Esgrima (REUTERS/Agustin Marcarian)

AKURAT.CO, Kematian legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona, pada November 2020 masih menyisakan persoalan. Pekan ini setidaknya delapan orang diajukan ke pengadilan dengan tuduhan melakukan pembunuhan terhadap sang legenda yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia Meksiko 1986 itu.

The Guardian menyebutkan bahwa mereka yang akan dihadapkan ke meja persidangan adalah tim medis yang menangani Maradona menjelang kematiannya. Delapan orang tersebut dianggap melakukan”pembunuhan sederhana” dengan bertindak secara tidak layak, tak efisien, serta sembrono.

Dokumen setebal 236 halaman menjadi dasar bagi hakim untuk mempertanyakan perilaku tim medis terhadap Maradona. Adapun pengacara salah satu putra Maradona, Mario Baudry, mengambil kesimpulan bahwa apa yang terjadi terhadap ayah kliennya adalah pembunuhan.

baca juga:

“Setelah saya melihat penyebab (kematiannya), saya mengatakan itu adalah pembunuhan. Saya bertarung sejak lama dan di sinilah kami sekarang, dengan tahapan yang tuntas,” kata Baudry.

Maradona meninggal dunia di Dique Lujan, Buenos Aires, Argentina, 25 November 2020 dengan diagnosa serangan jantung. Di awal bulan itu, pesepakbola yang dijuluki Si Tangan Tuhan tersebut sebenarnya sedang menjalani pemulihan dari operasi pendarahan otak.

Dugaan tindakan yang tidak layak terhadap perawatan Maradona sebenarnya sudah muncul di pekan-pekan setelah kematian sang pesepakbola yang membuat Argentina memberlakukan hari berkabung nasional. Tahun lalu, sebuah panel yang terdiri dari 20 ahli menyatakan bahwa memang ada ketidaklayakan dalam perawatan Maradona.

Mereka yang mesti menghadapi persidangan di antaranya adalah ahli syaraf dan dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque, psikiatrisnya, Agustina Cosachov, psikolognya, Carlos Diaz, dua perawat bernama Gisella Madrid dan Ricardo Almiron, bos perawat, Mariano Perroni, serta dua dokter bernama Pedro Di Spagna, Nancy Forlini.

Adapun Luque merespons tuduhan tersebut secara emosional dalam wawancara pada konferensi pers setelah kematian Diego Maradona. Seraya menitikkan air mata, Luque membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa ia sudah bertindak maksimal.

Tuduhan “pembunuhan sederhana” bisa membawa seorang terdakwa menjalani hukuman penjara selama 25 tahun. Para pengacara tertuduh berencana mengajukan pra-peradilan untuk membatalkan kasus tersebut.[]