News

Delapan SD di Kudus Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

Delapan SD di Kudus menggelar simulasi KBM Tatap muka di masa pandemi COVID-19


Delapan SD di Kudus Gelar Simulasi KBM Tatap Muka
Para siswa kelas 1 saat mengikuti kegiatan perkenalan hari pertama masuk di Sekolah Dasar (SD) 05, Kembangan Utara, Jakarta Barat (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Delapan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar simulasi pembelajaran tatap muka pada masa pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Simulasi tatap muka tingkat SD di Kabupaten Kudus dimulai hari ini (19/4). Sebelumnya dijadwalkan ada sembilan SD dari 425 SD, akan tetapi satu SD belum siap sehingga ada delapan SD yang sudah mulai uji coba," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus Harjuna Widada di Kudus, Senin, (19/4/2021).

Sekolah-sekolah yang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka tersebut, menurut dia, akan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di wilayah kecamatan masing-masing.

Harjuna menjelaskan, simulasi dilakukan untuk membiasakan siswa dan guru menjalankan protokol kesehatan selama kegiatan belajar mengajar di sekolah, termasuk memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sekolah dasar yang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka antara lain SD Nganguk. Kepala SD Nganguk Ismayanti mengatakan bahwa sebanyak 13 guru sudah menjalani vaksinasi sebelum simulasi dilaksanakan.

Selama simulasi, menurut dia, jumlah peserta belajar di masing-masing ruang kelas dibatasi 50 persen dari kapasitas ruang. Peserta simulasi pembelajaran tatap muka meliputi siswa kelas IV, V dan VI.

Jumlah peserta simulasi dari kelas IV ada 13 orang, dari kelas V ada delapan dan tujuh siswa dalam setiap kelompok, dan dari kelas VI masing-masing ada sembilan siswa dalam setiap kelompok.

"Masing-masing kelompok masuk secara bergiliran. Misal kelompok satu masuk hari ini (19/4), sedangkan kelompok dua tetap mengikuti pembelajaran secara daring. Keesokan harinya giliran kelompok dua yang masuk ke sekolah, sedangkan kelompok satu giliran secara daring," kata Harjuna. []

Sumber: Antara

Rizal Maulana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu