News

Deklarasikan Diri Sendiri sebagai Presiden Bolivia, ini 5 Fakta Menarik Jeanine Anez


Deklarasikan Diri Sendiri sebagai Presiden Bolivia, ini 5 Fakta Menarik Jeanine Anez
Jeanine Anez (WVNS)

AKURAT.CO, Tampaknya krisis politik yang tengah dihadapi Bolivia saat ini masih belum usai. Pasalnya, setelah berhasil mendepak presiden petahana, Evo Morales dari jabatannya, kini media kembali ramai memberitakan senator Bolivia, Jeanine Anez (52) yang akhirnya mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden sementara di negara tersebut.

Penunjukan Anez sebagai pengganti Morales ini pun makin membuat media tertarik dengan sosoknya. Pasalnya, meskipun namanya tidak semoncer Morales, tetapi saat ini, Anez menjadi salah kunci penting pembentukan pemerintahan baru di Bolivia.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Kamis (14/11) merangkum 5 fakta menarik senator Jeanine Anez yang kini menjabat sebagai presiden 'dadakan' Bolivia.

1. Mengawali karier politik sebagai anggota Majelis Konstitusi

Deklarasikan Diri Sendiri sebagai Presiden Bolivia, ini 5 Fakta Menarik Jeanine Anez - Foto 1
AlJazeera

Anez tercatat mulai menapaki karier politiknya sebagai anggota majelis konstitusi Bolivia selama dua tahun (2006-2008). Selama bekerja di badan Majelis Konstitusi, Anez pun sempat bertugas menjalankan amanat rezim Morales untuk mereformasi konstitusi Bolivia. Selain itu, Anez saat itu juga diketahui tergabung dalam komisi organisasi dan struktur negara serta bagian Kehakiman di Majelis Konstitusi.

2. Menjadi anggota Senat sejak tahun 2010

Deklarasikan Diri Sendiri sebagai Presiden Bolivia, ini 5 Fakta Menarik Jeanine Anez - Foto 2
WVNS

Rupanya Anez tidak perlu menunggu lama untuk naik jabatan menjadi anggota senat lantaran setelah dua tahun meniti karier di Majelis Konstitusi, ia akhirnya terpilih menjadi senator pada tahun 2010 silam.

Di Majelis Nasional, Anez diketahui mewakili Departemen (semacam provinsi) Beni. Barulah pada tahun ini, Anez terpilih menjadi Wakil Presiden Kedua Senat, dan peran ini lantas menempatkannya di posisi kelima dalam garis suksesi kepresidenan.

Meskipun masuk di posisi bontot, Anez akhirnya menjadi presiden lantaran setelah Morales tersingkir, semua penggantinya mengikuti jejak yang sama untuk mengundurkan diri dari jabatan pemerintahan. Sementara keempat penerus Morales tersebut antara lain adalah Wakil Presiden Alvaro Garcia Linera, Presiden Senat Adriana Salvatierra, Presiden Kamar Deputi Víctor Borda, serta Wakil Presiden Pertama Senat, Rubén Medinaceli. Jika Anez benar-benar diangkat sebagai presiden sementara, maka ia pun akan menjadi wanita kedua yang menjabat sebagai pemimpin pertama Bolivia setelah Lidia Gueiler (1979-1980).

3. Mantan aktivis perempuan, presenter TV, hingga pengacara

Deklarasikan Diri Sendiri sebagai Presiden Bolivia, ini 5 Fakta Menarik Jeanine Anez - Foto 3
NewsNet

Menariknya, sebelum benar-benar terjun ke dunia politik, Anez adalah seorang pengacara dan terkenal getol dalam kampanye melawan kekerasan gender. Tidak hanya itu, Anez nyatanya juga pernah menjajal profesi sebagai seorang presenter TV hingga direktur stasiun Totalvision yang berbasis di Kota Trinidad, Beni.

4. Anti-Morales

Deklarasikan Diri Sendiri sebagai Presiden Bolivia, ini 5 Fakta Menarik Jeanine Anez - Foto 4
Free Press Journal

Berbagai media asing setidaknya pasti pernah menyebut bahwa Anez adalah sosok yang anti-Morales. Fakta ini tidak terlepas dari perannya sebagai tokoh oposisi tingkat dua sekaligus anggota partai oposisi Persatuan Demokrat yang dipimpin oleh gubernur Provinsi Santa Cruz, Ruben Costas.

Ketika menggantikan Morales, Anez pun langsung mengumbar janji di depan publik bahwa ia akan 'memberikan kepastian' serta menyebutkan bahwa ia akan memberikan solusi untuk krisis mengerikan yang warga Bolivia tengah hadapi.

5. Pengangkatan Anez menjadi presiden tidak menjamin krisis di Bolivia selesai

Deklarasikan Diri Sendiri sebagai Presiden Bolivia, ini 5 Fakta Menarik Jeanine Anez - Foto 5
BBC

Media mencatat bahwa upaya Anez untuk membimbing negaranya menuju stabilitas tidaklah gampang dan tampaknya penuh bahaya terutama dengan kontroversi serta banyaknya pihak yang masih menolaknya. Pasalnya, pendeklarasian Anez sebagai presiden dalam sidang kongres Selasa (12/11) lalu diketahui diikuti oleh aksi pemboikotan para anggota parlemen dari Partai Gerakan Sosialisme pimpinan Morales.

Tidak hanya itu, Anez juga diketahui nekat menyatakan dirinya sebagai presiden meskipun kurangnya kuorum (jumlah minimum anggota yang harus hadir dalam rapat majelis) untuk mengesahkan pengangkatan tersebut. Bahkan, untuk menjadi presiden Senat pun, Anez juga harus mampu menaklukkan parlemen lantaran jumlah anggota didominasi oleh loyalis Morales. Pun, pasca deklarasi, banyak pendukung Morales yang masih berunjuk rasa dan meminta Anez untuk mencabut keputusannya.

Semoga dengan pengangkatan Jeanine Anez menjadi presiden sementara Bolivia benar-benar bisa memulihkan carut-marut serta krisis di negara tersebut ya.[]