News

Deklarasi Koalisi PKS-NasDem-Demokrat Masih Hitung Capres Potensi Menang

Deklarasi Koalisi PKS-NasDem-Demokrat Masih Hitung Capres Potensi Menang
Lambang baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (Istimewa)

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengungkapkan alasan mengapa hingga saat ini koalisi PKS dengan Partai NasDem dan Partai Demokrat masih belum dideklarasikan.

Mardani menuturkan, alasan itu lantaran belum adanya kata sepakat soal nama calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang akan diusung. Sebab, sampai saat ini ketiga partai masih mendiskusikannya.

"Tetapi memang langkah pertama kan membentuk koalisi dulu baru kemudian Capres dan Cawapres. Yang Capres dan Cawapres-nya masih ada satu dua yang harus didiskusikan," kata Mardani di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

baca juga:

Mardani menjelaskan, ketiga partai masih menghitung siapa calon yang berpotensi menang di gelaran Pilpres 2024 nanti.

Perihal kandidat calon, menurut Mardani, pihaknya mempertimbangkan tiga daerah utama pertarungan Pilpres, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Adapun, kata Mardani, misal mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kuat di Jawa Barat, harus dipasangkan dengan tokoh calon Wakil Presiden yang bisa menguatkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Tentu kita kalau berkoalisi ingin menang kan jadi kalau sederhananya kan kolam Pilpres cuma tiga Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Kalau mas Anies katakan kuat di Jawa Barat, maka harus cari calon yang kuat di Jateng atau Jatim," ujar Anggota Komisi II DPR RI ini.

"Jangan sampai dua-duanya di kolam yang sama, itu kan tidak pas, peluang menangnya kecil," tambahnya. 

Dirinya mengakui, tokoh yang berpotensi mengisi kekosongan itu adalah nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun, masih perlu melakukan pendekatan dengan Khofifah.

"Bu Khofifah termasuk di antara yang sangat prospek tetapi kan kita enggak kaya mindahin lemari, geser kiri geser kanan. Ada dialog, ada diskusi," beber dia.

Sementara itu, Partai Demokrat masih mendorong Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono, juga dibahas bersama-sama. Meski begitu, PKS tidak masalah apabila putra SBY itu disodorkan menjadi calon Presiden atau calon Wakil Presiden.

"Namanya partai, harus dorong kadernya. Apresiasi kepada Demokrat," tukas Mardani. []