Ekonomi

Defisit APBN Sudah Capai Rp 382,2 Triliun, Masih Aman Bu?

Menkeu menyampaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2021 mencapai Rp 382,2 triliun atau 2,32 persen.


Defisit APBN Sudah Capai Rp 382,2 Triliun, Masih Aman Bu?
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Senin (16/8/2021). (Kemenkeu)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2021 mencapai Rp 382,2 triliun atau 2,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Posisi sampai Agustus, defisit di dalam APBN kita mencapai Rp383,2 triliun atau 2,32," ujar Ani saat konferensi pers APBN KiTa edisi September 2021, Kamis (24/9/2021).

Menkeu menjelaskan bahwa realisasi defisit ini terjadi karena belanja negara lebih besar dari penerimana negara. Dimana belanja negara mencapai Rp1.560,8 triliun atau 56 persen dari target Rp2.750 triliun, sementara penerimaan sebesar Rp 1.177 triliun meliputi penerimaan pajak mencapai Rp 741,3 triliun atau tumbuh 9,5 persen.

Secara rinci, belanja negara meliputi belanja pusat yang mencapai Rp1.087,9 triliun atau naik 10,9 persen. Lalu, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp472,9 triliun atau turun 15,2 persen. Adapun realisasi investasi pemerintah baru Rp61,8 triliun atau 33,5 persen dari pagu Rp187,1 triliun.

Sementara, penerimanaan negara selain dari pajak juga berasal dari penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp158 triliun atau 73,5 persen dari target Rp215 triliun. Pertumbuhannya naik 30,4 persen secara tahunan.

"Bea cukai didukung oleh penerimaan bea keluar dan PNBP kenaikannya didorong penerimaan SDA," lanjutnya.

Bersamaan dengan realisasi defisit tersebut, keseimbangan primer menjadi Rp170 triliun. Sementara pembiayaan anggaran termasuk utang mencapai Rp528,9 triliun atau setara 52,6 persen dari target Rp1.006,4 triliun.[]