Ekonomi

Defisit APBN Capai Rp144,2 Triliun per Maret 2021

Realisasi defisit anggaran dalam APBN hingga Maret 2021 mencapai Rp144,2 triliun atau 0,82 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).


Defisit APBN Capai Rp144,2 Triliun per Maret 2021
Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan laporan pandangan pemerintah saat Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan 2020-2021 di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Rapat Paripurna kali ini kembali membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN (P2APBN) TA 2019. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi defisit anggaran dalam APBN hingga Maret 2021 mencapai Rp144,2 triliun atau 0,82 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Desfit ini naik dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar Rp63,6 triliun atau 0,36% terhadap PDB.

“Defisit 0,82 persen PDB dan dibandingkan bulan lalu 0,6 persen PDB. Semua masih dalam koridor yang bisa kita kontrol dan kami pantau terus,” katanya dalam konferensi pers APBN secara virtual, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Menkeu memparkan, defisit yang terjadi akibat lebih tingginya realisasi belanja negara dari pendapatan negara. Belanja begara tercatat sebesar Rp523 triliun atau telah terealisasi 19 persen dari total target Rp2.750 triliun.

Sementara pendapatan negara pada Maret 2021 baru terealisasi Rp378,8 triliun atau setara 21,7 persen target penerimaan negara Rp1,743,6 triliun.

Lebih lanjut, pendapatan negara tersebut mencakup penerimaan perpajakan Rp228,1 triliun atau 18,6 persen dari target, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp88,1 triliun atau 29,5 persen dari target, serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp62,3 triliun atau 29 persen dari target.

Sedangkan realisasi belanja negara Rp523 triliun itu berasal dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp350 triliun yang terdiri dari belanja K/L dengan kenaikan sebesar 41,2 persen dan belanja non K/L tumbuh sebesar 9,9 persen. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu