Olahraga

Dechapol/Sapsiree dan An Se-yong Cetak Hattrick di Bali

Matsuyama/Shida gagal raih tiga gelar beruntun setelah ditaklukkan Kim/Kong.


Dechapol/Sapsiree dan An Se-yong Cetak Hattrick di Bali
ganda campuran asal Thaialand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai berhasil menjuarai BWF World Tour Finals 2021 usai menundukkan wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan skor 21-19, 21-11 di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (5/12) (Dok. PBSI)

AKURAT.CO, Ganda campuran asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai keluar sebagai pasangan terkuat dan terbaik pada ajang Indonesia Badminton Festival 2021 yang berlangsung di Bali sejak 16 November - 5 Desember 2021.

Pasangan yang akrab disapa Bass/Popor itu mampu mencetak hattrick atau tiga gelar secara beruntun yang diawali dengan Indonesia Masters, Indonesia Terbuka, dan ditutup dengan gelar BWF World Tour Finals 2021.

Kepastian tersebut didapat setelah ganda asal negeri Gajah Putih itu menghentikan perlawanan wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan skor 21-19, 21-11 di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (5/12).

Ini adalah kali kedua Bass/Popor secara beruntun meraih gelar di BWF World Tour Finals. Sebelumnya mereka juga mampu keluar sebagai yang terbaik pada penyelenggaraan tahun 2020 yang berlangsung di Bangkok, awal tahun ini.

"Persiapan yang kami lakukan sudah tiga bulan lalu. Untuk sukses di Bali, kami hanya lakukan streching, recovery fisik, dan melakukan latihan biasa saja," ungkap Popor.

"Kemenangan ini adalah hasil kerja keras kami dan pelatih. Semua membuat kami yakin untuk bertanding dan menang. Kami senang berada di sini. Bertanding dan menjadi juara sekaligus merasakan suasana Bali."

Sedangkan di laga sebelumnya, ganda putri asal Korea Selatan, Kim So Yeong/Kong Hee Yong berhasil menjegal langkah ganda Jepang, Nami Matsuyama/Chiharu Shida untuk meraih tiga gelar beruntun.

Tampil di laga pembuka, Kim/Kong mampu mengatasi ganda peraih gelar Indonesia Master dan Indonesia Terbuka itu dengan laga straight set 21-14, 21-14 dalam tempo 44 menit. Matsuyama/Shida sendiri tampil kurang agresif seperti di babak-babak sebelumnya.

Dari catatan yang ada, Kim/Kong belum terkalahkan dari dua pertemuan dengan Matsuyama/Shida. Terakhir jumpa, Kim/Kong menang straight set di Prancis Terbuka akhir Oktober lalu.

Untuk sektor tunggal putri, An Se-young mampu keluar sebagai yang terbaik usai menundukkan perlawanan wakil India, Pusarla V. Sindhu dengan laga straight set 21-16, 21-12 dalam tempo 39 menit.

Atas capaian ini, An berhasil mengoleksi tiga gelar juara setelah sebelumnya juga menjadi yang terbaik saat tampil di Indonesia Masters dan Indonesia Terbuka. Baginya, kemenangan ini merupakan bukti peningkatan prestasi yang berhasil ia raih.

Selain itu, mengomentari absennya beberapa tunggal putri kuat sepeti Chen Yu Fei ataupun Tai Tzu Ying, pebulutangkis 21 tahun itu mengaku tidak masalah. An menegaskan bahwa dirinya siap dan tidak sabar untuk berhadapan dengan pemain tangguh kelas dunia.[]