Olahraga

Debby dan Butet Mengenang Kisah Horor yang Bisa Bikin Kalah

Liliyana Natsir pernah tak bisa tidur di salah satu hotel di Malaysia menjelang pertandingan semifinal karena Debby Susanto pulang lebih awal.


Debby dan Butet Mengenang Kisah Horor yang Bisa Bikin Kalah
Pemain ganda campuran nasional Indonesia, Liliyana Natsir dan Debby Susanto, semasa masih berada di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, pada 2018. ( PBSI)

AKURAT.CO, Juara Olimpiade Rio De Janeiro 2016, Liliyana Natsir, bertemu kembali dengan junior, sahabat, dan bekas rivalnya semasa masih menjadi pebulutangkis, Debby Susanto.

Dalam sebuah program percakapan di mana Liliyana menjadi pembawa acara, Debby mengungkap beberapa hal non-teknis yang bisa berpengaruh terhadap penampilan di pertandingan. Termasuk kemampuan juara All England 2016 tersebut melihat “makhluk halus” semasa turnamen dan tidur sekamar dengan Liliyana di hotel.

Butet–sapaan Liliyana menuturkan bahwa ia pernah merasakan gelagat yang tidak biasa ketika sekamar bersama Debby pada salah satu turnamen di China. Liliyana menahan diri untuk tak menanyakan tindak-tanduk Debby sampai setelah turnamen karena ia tahu rekannya itu bisa melihat makhluk halus.

Gue sebenernya sekamar sama Debby, satu yang gue pesen sama Debby, ‘Deb, apapun yang lu rasain, apapun yang lu lihat, jangan lu cerita sekarang. Pada saat udah selesai kita udah keluar dari hotel itu lu cerita enggak apa-apa deh,” kata Liliyana dalam program yang dimuat di saluran Youtube pada 28 Mei lalu itu.

Pada salah satu pertandingan di Malaysia, Debby pulang lebih dulu sementara Liliyana harus bertahan di hotel karena masih bertanding keesokan paginya. Setelah Debby pulang, Liliyana yang kalah itu berpartner dengan Tontowi Ahmad mengaku tidak bisa tidur dan akhirnya kalah di semifinal.

“Itu suka dan duka jadi atlet yang harus kita hadapi, mau horor, mau gimanapun,” kata Debby.

Debby sendiri telah memutuskan pensiun pada Februari 2014 setelah meraih sejumlah prestasi bersama Praveen Jordan. Prestasi terbaik adalah ketika meraih All England 2016 di mana ketika itu Debby mengalahkan pasangan kawakan asal Denmark, Joachim Fisher.

Tentang pengalaman berpasangan dengan Praveen, Debby mengatakan bahwa ketika itu rekan mainnya tersebut masih cukup emosional dalam pertandingan. Karakter demikian juga membuat Debby berusaha bersikap dewasa untuk menenangkan Praveen serta dirinya sendiri.

“Mungkin dia (Praveen) masih jiwa muda, menggebu-gebu banget, kurang bisa ngontrol. Kenapa harus sabar, ya lawan bukan anak SD sekali smash mati, dia juga latihan. Ya, memang butuh sabar, satu biar sabar, kedua biar bolanya enggak nyangkut,” ucap Debby.

“Aku kangen untuk melatih kedewasaan (saat bersama Praveen). Bisa dibilang aku waktu sama Jordan (sapaan Praveen) itu melatih kedewasaan, melatih kesabaran juga. Karena kan Jordan waktu itu masih muda, masih belum biasa harus begini harus begitu, masih muda lah ya. Itu melatih kedewasaan dan kesabaran juga.”[]