Ekonomi

Dear Pedagang, Harga Minyak Goreng Harus Rp14 Ribu Kalau Tak Mau Digebuk Sanksi!

harga minyak goreng dipasaran sudah harus mengikuti harga Rp14.000 per liter


Dear Pedagang, Harga Minyak Goreng Harus Rp14 Ribu Kalau Tak Mau Digebuk Sanksi!
Petugas melayani warga yang antre membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Pemerintah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp14.000/liter pada Rabu lalu (19/1/2022).

Penyediaan minyak goreng dengan satu harga telah dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Nah, untuk pasar tradisional pemerintah memberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian.

baca juga:

Seharusnya mulai dari kemarin, Rabu (26/1/2022) harga minyak goreng dipasaran sudah mengikuti harga  Rp14.000 per liter.

Jika tak diterapkan, maka bisa dikenakan sanksi oleh pemerintah. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bakal memberi sanksi tegas bagi pengusaha yang menjual minyak goreng diatas Rp14.000 per liter baik kemasan sederhana atau premium.

Mendag Muhammad Lutfi mengatakan sanksi akan diberlakukan berupa pembekuan usaha hingga pencabutan izin.

" Kami ingatkan kepada siapapun yang melakukan kecurangan, penyelewengan, atau melakukan apapun tindakan melawan hukum, Pemerintah RI akan melanjutkan ke proses hukum," tutur Mendag Lutfi saat konferensi pers daring, Rabu (19/1/2022).

Kemendag juga melakukan pemantauan harga minyak goreng di 34 provinsi secara ketat agar bisa mengimplementasikan ketentuan harga minyak goreng Rp14.000 per liter.

Jika ada keluhan dan harga yang tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah, Kemendag menyiapkan kontak pengaduan dengan membuka hotline khusus. Masyarakat dapat mengadukan permasalahan di lapangan ke saluran yang disediakan.