Lifestyle

Dear Bunda, Jangan Abaikan Mengi Pada Bayi

Mengi adalah kondisi yang sangat umum pada bayi, Meski begitu, mengi dapat menjadi hal yang mengkhawatirkan dalam beberapa situasi.


Dear Bunda, Jangan Abaikan Mengi Pada Bayi
Ilustrasi - Jangan abaikan mengi pada bayi (Freepik/pch-vector)

AKURAT.CO  Mengi atau suara bernada tinggi yang berasal dari dada saat bernafas sering terjadi pada bayi dan anak-anak.

Menurut Medical News Today, antara 25-30 persen bayi akan mengalami setidaknya satu episode mengi.

Sekitar 40 persen mengalaminya pada usia tiga tahun dan hampir 50 persen pada usia enam tahun.

baca juga:

Banyak orang tua yang takut ketika mendengar bayi mereka mengi, tetapi ini sangat umum terjadi. 

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hal ini termasuk resistensi saluran napas yang lebih tinggi di paru-paru anak-anak, dan bronkus mereka yang lebih kecil atau saluran udara kecil.

Tanda mengi yang paling jelas adalah suara siulan atau gemeretak saat bayi menarik dan menghembuskan napas.

Tetapi jika suaranya tidak terlalu terdengar dan Bunda menduga bahwa pernapasan bayi tidak normal, maka tanda dan gejala mengi yang paling umum adalah:

  • Bayi akan menunjukkan gerakan perut yang lebih cepat dari biasanya. Seseorang bahkan dapat melihat ekspansi dan kontraksi dada.
  • Jika Bunda melihat otot leher menegang saat bernafas, itu berarti bayi sedang tertekan saat bernafas.
  • Lubang hidung mengembang berulang kali dan tetap terbuka lebar.
  • Saat bayi mengeluarkan napas, ada suara siulan.
  • Kulit menjadi pucat, memerah, dan biru. Kadang-kadang bahkan bisa menjadi merah. Ini bisa jadi karena kekurangan oksigen dalam darah.
  • Pilek, batuk, dan demam
  • Detak jantung cepat berkeringat
  • Kurang nafsu makan
  • Gemetaran
  • Sesak di dada, pilek, bersin terus-menerus
  • Mata gatal dan berair
  • Sakit tenggorokan dan tersedak

 Mengi sering terjadi pada bayi ketika mereka menderita pilek atau infeksi pernapasan umum.

Biasanya menghilang ketika infeksi hilang.