Lifestyle

Pengidap Autoimun Perlu Proteksi Biaya yang Besar

Kondisi autoimun membutuhkan bantuan dari keluarga atau orang terdekat bahkan ahli, yang membutuhkan dana yang tidak sedikit


Pengidap Autoimun Perlu Proteksi Biaya yang Besar
e-DBS Talk (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO, Konsultan alergi immunologi klinik di Siloam Hospitals Lippo Village, Stevent Sumantri, menjelaskan bahwa penyakit autoimun tidak bisa ditangani sendiri. 

Oleh sebab itu, kondisi autoimun membutuhkan bantuan dari keluarga atau orang terdekat  bahkan ahli psikolog untuk menguatkan psikologisnya serta tim multi-disipliner untuk memberikan terapi. Maka, ini membutuhkan biaya yang besar.

"Penanganan kondisi autoimun itu tidak bisa sendiri-sendiri. Kondisi autoimun biasanya ditangani oleh tim multi-disipliner mulai dari dokter spesialisnya, ahli gizi, rehabilitasi medik, kemudian support dari nutrisi dan lain sebagainya. Itu semua harus dilakukan secara multi-disipliner," ujar Stevent di webina e-DBS Talk, pada Kamis, (7/10).

Dari sini, kita bisa melihat bahwa kondisi autoimun merupakan kondisi yang menghabiskan banyak dana untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu di atas.

"Tentunya, dibutuhkan juga support secara finansial saat kita berusaha untuk berjuang memulihkan kesehatan kita. Sebab, sering saya melihat pasien tidak tercover asuransi karena bukan sakit yang megap-megap dan masih bisa berdiri, padahal gejala awal autoimun," tambahnya.

Oleh karena itu, Bank DBS Indonesia bersama PT Manulife Indonesia meluncurkan produk asuransi MiEarly Critical Protection, yang memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis sejak tahap awal, termasuk penyakit autoimun itu.

"Kita ingin memberikan cover di tahap awal. Seperti yang Anda miliki saat ini, kebanyakan beberapa produk untuk perlindungan penyakit kritis baru mengcover sampai dengan tahap akhir, atau harus menunggu dulu sampai tahap akhir," ujar National Sales Head PT Manulife Indonesia, Miftah Firdaus Hardiansyah di kesempatan yang sama.

"Dapat Anda bayang ketika terjadi risiko di awal, justri di risiko awal ini adalah salah satu penentu bagaimana Anda bisa menjalankan proses selanjutnya," lanjutnya.

MiEarly Critical Protection memiliki berbagai manfaat yang dapat membantu masyarakat, diantaranya seperti manfaat penyakit kritis tahap awal hingga Rp3 miliar, penyakit kritis tahap akhir hingga Rp5 miliar dan unit perawatan insentif hingga Rp500 juta.

Tak hanya itu, kamu juga dapat menikmati manfaat angioplasty hingga premi Rp150 juta, kegagalan fungsi organ akibat diabetes hingga premi Rp150 juta, meninggal dunia hingga 100 persen total premi yang telah dibayarkan ditambah akhir masa pertanggungan sebesar 100 persen total premi yang telah dibayarkan.

"Tujuan dari produk ini adalah kami ingin hadir, kami ingin mendampingi Anda dalam hal menghadapi segala sesuatu yang unpredictable seperti penyakit autoimun yang naik-turun ini," kata Miftah.[]