Olahraga

DBON Hadir untuk Cari Atlet Muda Berbakat

DBON selain tujuannya jelas, juga ada cakupan yang menyeluruh dan saling berkaitan.


DBON Hadir untuk Cari Atlet Muda Berbakat
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali (KEMENPORA.GO.ID)

AKURAT.CO, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) lahir sebagai bentuk perhatian Presiden Joko Widodo untuk masa depan olahraga di Tanah Air. Terkait hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali ingin DBON ini benar-benar bisa dijalankan dengan baik dan semaksimal mungkin untuk mencetak atlet berprestasi.

“Ini sesuatu yang baru. Ini berawal dari kegelisahan Bapak Presiden Joko Widodo. Penekanan arahan tersebut adalah masih kesulitan mencari talenta,” kata Amali saat membuka sosialisasi DBON Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Hotel Sunan, Solo, Minggu (28/11) malam.

“Yang salah bukan sumber dayanya, tetapi ada yang salah pada menajemennya. Maka ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional harus direview total. Jawaban atas perintah tersebut, setelah berdiskusi dengan para praktisi, para pakar, dan para akademisi lahirlah DBON ini.”

DBON sendiri memiliki payung hukum yaitu Peraturan Presiden (Prepres) No 86 Tahun 2021 yang ditandatangani Presiden bertepatan dengan Haornas ke-38 tanggal 9 September 2021, tepat satu tahun dari arahan perlunya review dan perbaikan tata kelola pembinaan prestasi olahraga.

Provinsi Jawa Tengah sendiri merupakan provinsi ke-6 dari 10 provinsi yang direncanakan menjadi pusat DBON. Dua universitas yang punya konsen terhadap pengembangan dan kemajuan olahraga yaitu Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Negeri Semarang.

“Terima kasih kepada Provinsi Jawa Tengah dengan tuan rumah bersama UNS dan Unnes. Kepada seluruh peserta segera disosialisasikan secara internal dulu, karena barang baru perlu koordinasi dan terus sebarkan. Jadi ini baru tahapan sosialisasi awal baru nanti dilanjutkan implementasi,” kata Menpora.

Dijelaskan pula sebagai pedoman sekaligus panduan, DBON selain tujuannya jelas, juga ada cakupan yang menyeluruh dan saling berkait. Bagaimana membangun hulu dengan terus meningkat kebugaran masyarakat menuju hilir prestasi olahraga. Adapun cakupannya adalah olahraga rekreasi, olahraga pendidikan, olahraga prestasi, industri olahraga, dan wisata olahraga.

“Kita buat DBON ini hingga 2045, setelah itu baru dibuat lagi. Sasaran utama kita Olimpiade/Paralimpiade yang pada tahun 2044 ditargetkan menempati peringkat 5 dunia,” Amali menegaskan.

Untuk menuju target telah dibuat cabor unggulan Olimpiade, yaitu cabor-cabor yang dipertandingkan di Olimpiade yang mengandalkan teknik dan akurasi. Sementara untuk olahraga yang digemari masyarakat namun belum mampu bersaing dimasukkan dalam industri olahraga maupun wisata olahraga.[]