Rahmah

Dawuh Gus Baha Soal Jilbab dan Cadar di Indonesia

Dawuh Gus Baha Soal Jilbab dan Cadar di Indonesia
Gus Baha (ISLAMRAMAH)

AKURAT.CO KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha' adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama yang berasal dari Rembang. Gus Baha' dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur'an. Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, KH. Maimun Zubair.

Dalam salah satu video yang diunggah akun Facebook “insan islami” pada 11 Januari 2021 Gus Baha menjelaskan tentang jilbab dan cadar dalam konteks Islam dan juga dalam konteks di Indonesia. Di mana menurut Gus Baha, ulama-ulama di Indonesia itu bermazhab Syafi’i, meskipun intiqal (berpindah) mazhab dalam persoalan aurat atau tidaknya wajah di luar salat.

Menurutnya, Imam Syafi’i itu meyakini bahwa semua anggota badan perempuan di dalam salat itu aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Akan tetapi di luar salat, wajah perempuan dalam mazhab Syafi’i itu aurat.

baca juga:

Meskipun demikian dalam konteks Indonesia ulama kita berpindah mazhab dalam hal menutupi wajah, yaitu menggunakan mazhab Hanafi, yang menganggap wajah bukanlah aurat di luar salat. Oleh sebab demikian istri kiai, anak-anak perempuannya, kata Gus Baha, mereka tidak memakai cadar.

Gus Baha juga mengomentari soal adanya orang yang memaksakan untuk memakai cadar dengan alasan untuk menghindari fitnah. Yaitu bahwa alasan memakai jilbab agar tidak timbul fitnah atas orang yang melihatnya.

Mengomentari demikian menurut Gus Baha, fitnah itu tidak selalu ketika melihat perempuan yang cantik sehingga menimbulkan syahhwat, melihat yang jelek pun bisa menimbulkan syahwat dalam bentuk menghina atau mencela. Sehingga, tidak fear mengatakan yang dimaksud fitnah hanya dalam masalah melihat yang cantik saja.

Meskipun para ulama di Indonesia dalam soal menutup wajah mayoritas berpindah ke mazhab Hanafi, akan tetapi mereka tetap berpegang teguh pada mazhab Syafi’i. Begitulah penjelasan singkat soal jilbab dan cadar menurut Gus Baha. Semoga bermanfaat.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu