Rahmah

Datang Waktu Haid Tapi Belum Keluar Darah, Apakah Harus Menolak Ajakan Suami?

Jangan sampai Anda salah paham memahami aturan ini


Datang Waktu Haid Tapi Belum Keluar Darah, Apakah Harus Menolak Ajakan Suami?
ilustrasi kalender menstruasi (pinterest.com/dailymail)

AKURAT.CO Haid adalah keluarnya darah dari vagina sebagai akibat siklus bulanan yang dialami wanita. Siklus ini terjadi secara alami dan merupakan bagian dari proses organ reproduksi wanita untuk mempersiapkan kehamilan.

Dalam kacamata agama Islam, wanita yang haid tidak boleh dicampuri oleh suaminya. Demikian karena seorang wanita dalam keadaan membawa darah kotoran, yang dikhawatirkan adanya ketidakbaikan pada keturunan mereka.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 222, Allah berfirman;

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah; Haid itu adalah kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."

Lalu bagaimana jika ada wanita yang sudah tiba masa haid, akan tetapi tidak keluar darah haid, dan ia menolak diajak bercumbu oleh suaminya? Jawabannya adalah Islam melarang perempuan tersebut untuk menolaknya. Karena, satatusnya belum haid, sebagaimana syarat dari haid adalah nampaknya darah dari rahim perempuan.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Abidin dalam kitab Hasyiah Al-Durril Mukhtar berikut;

وركنه بروز الدم من الرحم، أي ظهوره منه إلى خارج الفرج الداخل، فلو نزل إلى الفرج الداخل فليس بحيض في ظاهر الرواية

Artinya: "Rukun haid adalah tampaknya darah dari rahim, artinya tampaknya darah haid dari rahim hingga luar farji. Jika darah keluar pada farji bagian dalam, maka tidak disebut sebagai haid menurut riwayat yang zahir."

Maka, wanita yang tiba waktu haid, namun belum nampak padanya darah haid, tidak boleh menolak ajakan suaminya dengan alasan sudah tiba waktu haid. Kecuali, jika memang ia memiliki alasan-alasan lain yang membolehkannya untuk menolak permintaan suami.

Banyak dari orang yang tidak mengetahui tata aturan syariat ini lalu kemudian menolak berhubungan dengan suaminya dengan alasan sudah jatuh tanggal yang biasanya ia haid. Padahal, meski sudah tiba waktu haid, jika darah belum keluar, maka statusnya belum haid. Wallahu A'lam.[]