Olahraga

Datang sebagai Underdog, Gregoria Hadapi 3 Nama Besar

Datang sebagai Underdog, Gregoria Hadapi 3 Nama Besar
Pebulu tangkis putri Gregoria Mariska Tunjung melakukan serangan kepada pebulu tangkis Thailand Phittayaporn Chaiwan pada babak kualifikasi Daihatsu Indonesia Master 2022 di Istora Jakarta, Rabu (8/6/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Datang dengan status cadangan, pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, jelas bukan favorit di Final BWF World Tour 2022. Setidaknya ada tiga nama yang berada di posisi terdepan untuk menjadi raja tunggal putri di turnamen tutup tahun itu.

BWF World Tour Finals 2022 akan segera digelar di Bangkok, Thailand, pada 14-18 Desember 2022. Indonesia mengirimkan enam wakilnya, termasuk Gregoria Mariska.

Sepanjang sejarah BWF Finals, baru Susy Susanti sebagai pemain tunggal putri asal Indonesia, yang bisa naik podium tertinggi.

baca juga:

Kini, Gregoria Mariska mencetak sejarah sebagai tunggal putri Indonesia pertama yang lolos ke BWF Finals dengan format baru, sejak dihelat tahun 2008 silam. 

Namun, tidak mudah bagi Gregoria untuk menyusul prestasi Susy Susanti. Setidaknya ada tiga penghalang yang harus ia redam jika ingin menjuarai BWF World Tour Finals.

1. Tai Tzu Ying

Tai Tzu Ying, pebulutangkis tunggal putri senior adalah halangan nomor satu bagi Gregoria, jika ingin naik podium di Thailand.

Tai Tzu Ying merupakan pebulutangkis asal Chinese Taipei yang sempat merajai sektor tunggal putri. Atlet 28 tahun itu juga kerap meraih prestasi di BWF World Tour Finals.

Tai Tzu Ying meraih medali perak di BWF Finals 2019, kemudian ia menuntaskannya dengan medali emas pada tahun 2020 lalu.

Faktanya, Gregoria belum pernah menang atas Tai Tzu Ying dalam tujuh pertemuan. Terakhir kali berjumpa di Thailand Open 2021, wakil Indonesia kalah dua game.

Dengan segudang pengalamannya, Tai Tzu Ying akan menjadi batu sandungan bagi Gregoria. Semoga kedua pemain ini tidak berada di grup yang sama di BWF Finals.

2. An Se-young Jika sebelumnya ada pebulutangkis senior, kali ini Gregoria Mariska Tunjung juga harus waspada dengan ancaman pemain muda potensial asal Korea Selatan,

An Se-young

An Se-young baru berusia 20 tahun, namun ia adalah juara BWF World Tour Finals 2021 yang dihelat di Bali. Prestasinya pun jauh lebih mentereng dari Gregoria Mariska.

Secara head to head, Gregoria juga belum pernah menang atas An Se-young dalam tiga pertemuan di sepanjang tahun 2022.

Bahkan, An Se-young sempat menjegal Gregoria di Australian Open 2022 lalu, sehingga mimpi Jorji untuk tampil di BWF Finals sempat tidak mendapat kepastian.

Beruntung, salah satu pemain tunggal putri resmi mengundurkan diri, sehingga akhirnya Gregoria dinyatakan lolos ke BWF Finals.

3. Chen Yufei

Pebulutangkis asal China, Chen Yufei memiliki track record positif selama tahun 2022. Ia menjadi unggulan teratas di BWF World Tour Finals yang dihelat di Thailand.

Maka, Gregoria harus ekstra waspada menghadapi pebulutangkis 24 tahun itu. Apalagi, Chen Yufei sudah pernah meraih titel juara BWF World Tour Finals 2019 lalu.

Secara head to head dalam lima partai, Gregoria baru pernah sekali menang atas Chen Yu Fei, itu pun sudah sangat lama, tepatnya di Indonesia Open 2017 silam.

Pada pertemuan terakhir di Japan Open 2022, Gregoria tak berkutik di tangan Chen Yufei, yang akhirnya berhasil menang dua set langsung atas wakil Indonesia tersebut.

Semoga Gregoria tidak trauma dan gentar menghadapi permainan Chen Yufei, andai mereka berdua bertemu di BWF Finals nanti.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com