News

Data Polri Diduga Dibobol Hacker Brazil

Pemilik akun Twitter 'son1x' diduga telah membobol data Polri.


Data Polri Diduga Dibobol Hacker Brazil
Ilustrasi hacker (europeangaming.eu)

AKURAT.CO, Pemilik akun Twitter 'son1x' diduga membobol data Polri. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri langsung turun tangan menyelisik kabar itu.

Pemilik akun Twitter tersebut diketahui merupakan warga negara asing Brazil. Pemilik akun Twitter tersebut diketahui telah meretas tiga data subdomain milik Polri dalam website Polri.go.id.

"Ya, sedang ditangani oleh Dittipidsiber Bareskrim. Nanti kalau sudah ada updatenya diinfokan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/21).

Hacker asal Brazil 'son1x' menyatakan memiliki data pribadi dan rahasia para anggota Polri beserta orang-orang terdekatnya pada Rabu (17/11/21).

Sebelumnya, dia mengaku juga meretas data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).  "Kebocoran ini berisi informasi pribadi dan kredensial pekerja Polri dan orang-orang yang terlibat dengannya," cuit postingan dalam bahasa Inggris seperti dilkutip AKURAT.CO dari akun twitter @son1x666.

Peretas asal Brazil itu mempersilakan setiap orang mengakses data pribadi anggota Polri yang dibobolnya. Sebanyak 28 ribu data pribadi anggota Polri disebar di Twitter. Dia mengatakan setiap orang tidak perlu ragu menggunakan data tersebut.

Hacker tersebut membagikan dua data curiannya berupa file dan teks dari website subdomain Polri di akun Twitter miliknya yang membantu pengguna untuk membantu menyimpan dan membagikan teks secara online.

Akun Twitter Son1x itu membeberkan alasan dirinya membobol data Polri. Akun itu menyatakan tidak mendukung pemerintah Indonesia atas perlakuan terhadap rakyatnya sendiri.

"Banyak orang Indonesia telah menghubungi saya berbicara tentang situasi kehidupan mereka di Indonesia. Jadi saya mengidentifikasi diri saya dengan mereka, dan memutuskan untuk membantu dengan apa pun yang saya bisa, jadi inilah alasan saya melakukan kebocoran ini," lanjut postingan akun tersebut.