Ekonomi

Daripada Jumlah Pelaku UMKM, Rasio Kewirausahaan Indonesia Masih Rendah

Banyaknya jumlah UMKM tersebut berbanding terbalik dengan rasio kewirausahaan di Indonesia yang relatif masih rendah


Daripada Jumlah Pelaku UMKM, Rasio Kewirausahaan Indonesia Masih Rendah
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Di tengah terpaan badai pandemi Covid 19, sektor UMKM memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian nasional, dimana total populasi para pengusaha di sektor UMKM.

Dimana sebanyak 64,2 juta pelaku UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB), Investasi dan ekspor di Indonesia.

Meskipun begitu, banyaknya jumlah UMKM tersebut tentunya berbanding terbalik dengan rasio kewirausahaan di Indonesia yang relatif masih rendah, dimana menurut data yang diterima oleh Kementerian Koperasi dan UKM baru sebesar 3,47%.

Sedangkan jika mengacu kepada data Global Entrepreneur Index pada tahun 2019 lalu posisi Indonesia berada di peringkat 74 dari 137 negara

"Melihat tingkat kewirausahaannya yang rendah serta berada di peringkat 74 dari 137 negara menunjukan nilai indeksnya sama dengan vietnam, sedangkan dalam peringkat digital platform berdasarkan Global Digital Platform Economy Indeks. Indonesia berada pada posisi ke 76 dari 116 negara di bawah negara Philipina dan Kazakhstan," ucap Arif Rahman Hakim selaku Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM menggantikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada saat webinar asmiDIGITalk #2 di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Dengan banyaknya jumlah unit usaha di Indonesia, lanjutnya, namun tingkat kewirausahaan yang rendah menunjukkan bahwasanya ada persoalan kualitas kewirausahaan.

Hal ini ditunjukkan dengan produktivitasnya yang masih rendah, kurang memiliki inovasi, tidak berkesinambungan sehingga rendah daya saingnya.

"Sedangkan target rasio kewirausahaan Indonesia pada tahun 2021 sebesar 3,55% dan di tahun 2024 yang akan datang ditargetkan sebanyak 3,94%, oleh karna itu melalui penciptaan wirausaha muda atau milenial yang inovatif berkelanjutan tentunya kita akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas," ucapnya.

Menurut data Badan Pusat Statistk (BPS), tambahnya, menunjukkan bahwasanya penduduk Indonesia pada tahun 2020 mencapai 270 juta jiwa dimana 68,75% masuk dalam usia yang produktif dengan perolehan angka sebesar 24% masuk kategori pemuda berusia 16 sampai 30 tahun sesuai dengan undang-undang tentang Pemuda.