Ekonomi

Daripada Galau, Mending Baca Yuk 6 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Berikut Ini!

Kemampuan mengatur keuangan rumah tangga diperlukan agar penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 1 bulan


Daripada Galau, Mending Baca Yuk 6 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Berikut Ini!
Ilustrasi Istri Mengelola Keuangan Dalam Berumah Tangga (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Mengatur keuangan rumah tangga nyatanya bukanlah suatu hal yang mudah. Maka enggak bisa dipungkiri kemampuan mengelola kebutuhan rumah tangga diperlukan, agar penghasilan yang diperoleh cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 1 bulan.

Jangan sampai ada istilah bokek diakhiri bulan karena anggaran besar-besaran keluar di awal bulan. Sehingga tak bisa menyisakan untuk ditabung.

Berikut ini terdapat 6 cara mengatur keuangan rumah tangga agar pendapatan dan pengeluaran seimbang. Bahkan bisa menabung atau investasi untuk masa depan.

Akurat.co telah merangkumnya dari sumber Cermati.com, cara tersebut antara lain:

1. Kalkulasi Seluruh Pendapatan

Begitu menerima penghasilan, anda perlu mengkalkulasi seluruh pendapatan yang diperoleh, baik dari gaji bulanan, upah lembur, penghasilan tambahan, sampai imbal hasil investasi. Hal ini tentunya agar anda tahu seberapa besar dana yang dapat dialokasikan untuk masing-masing kebutuhan, yakni kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.  

2. Susun rencana pengeluaran prioritas dalam sebulan

Setelah mengkalkulasi pendapatan, tuliskan rencana pengeluaran rumah tangga terutama yang prioritas, mulai dari pengeluaran makan dan minum, transportasi, membayar tagihan listrik, air, sewa rumah, cicilan utang atau kartu kredit, dan biaya rutin lain.

Ini bertujuan untuk mencegah tidak terbayarnya kebutuhan prioritas karena keuangan yang menipis disaat waktu pembayaran tiba.

3. Alokasikan untuk tabungan, asuransi, dan investasi

Jangan hanya mengalokasikan untuk pengeluaran saja, anda juga perlu menyisihkan sebagian penghasilan anda untuk ditabung. Setidaknya, sisihkan 25-30% dari total pendapatan untuk tabungan, asuransi, dan investasi.

Misalnya 10% untuk tabungan, 5% untuk membayar premi asuransi kesehatan, dan 15% untuk investasi. Yang pasti ketiganya mempunyai manfaat masing-masing.

4. Siapkan  Dana Cadangan 

Untuk mengantisipasi keperluan mendesak  dan darurat,  anda juga perlu  menyiapkan dana cadangan. Karena sifatnya cadangan, maka jumlahnya  bebas dan tidak ditentukan.

Satu hal lagi, anda harus berkomitmen untuk tidak mengusik dana ini dan hanya akan menggunakannya dalam keadaan mendesak.

5. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Jika sudah mengalokasikan uang untuk pos-pos anggaran penting di atas, dan ternyata masih ada sisa uang, baru deh alokasikan dana untuk kebutuhan sekunder (pendukung) dan tersier (mewah), seperti belanja baju, kosmetik, sepatu, jalan-jalan, beli ponsel, atau pengeluaran lain. Tapi ingat harus melihat kebutuhan. Kalau memang sedang butuh sepatu baru, karena yang lama sudah rusak, baru deh belanja. Jangan sampai lapar mata, kalap belanja karena keinginan sesaat.

6.  Jaga Rasio Utang

Ini juga hendaknya menjadi perhatian anda.  Jaga rasio utang agar keuangan tetap stabil. Usahakan tidak lebih dari 30% dari penghasilan anda. Karena jika lebih dari itu, maka pendapatan Anda sebulan hanya habis untuk membayar cicilan utang. Atau Anda terpaksa untuk memangkas anggaran pos lain supaya ‘selamat’ dari tumpukan utang.

Oleh karena itu, bukan cuma jalankan hidup sehat, tapi juga menjaga rasio utang tetap sehat maksimal 30%.[]