Ekonomi

Dari Warrent Buffett Hingga Jack Ma, Ikuti Cara Atur Keuangan Versi Orang Sukses!

Menyusun keuangan pribadi pada dasarnya tidak sulit, asal ada komitmen yang kuat untuk melakukan hal tersebut


Dari Warrent Buffett Hingga Jack Ma, Ikuti Cara Atur Keuangan Versi Orang Sukses!
Ilustrasi mengatur keuangan dari orang sukses (Pexels)

AKURAT.CO Menyusun keuangan pribadi pada dasarnya tidak sulit, asal ada komitmen yang kuat untuk melakukan hal tersebut. Cara kamu mengatur keuangan akan berdampak pada kondisi finansial kamu ke depan. Tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga untuk jangka menengah dan panjang.

Ada beberapa prinsip yang dapat dijadikan pegangan kala mengatur keuangan pribadi. Prinsip-prinsip tersebut kerap disebut sebagai Golden Rules karena bisa diterapkan oleh siapa saja dan kapan pun waktunya.

Semua itu juga bukan pepesan kosong semata. Orang-orang sukses seperti Jack Ma, Warren Buffett, Carlos Slim telah membuktikannya sendiri. Dengan mempraktikkan cara mengatur keuangan pribadi secara disiplin dan konsisten, mereka bisa melesat menjadi orang-orang yang berhasil dalam hidupnya.

Ingin tahu bagaimana cara mereka mengatur keuangan pribadi? Simak ulasan yang dikutip dari www.dbs.com berikut ini.

1. Gunakan uang di bawah pendapatan

Seperti yang dikatakan Warren Buffett seorang investor tersukses di dunia asal Amerika,  "Only buy something that you'd be perfectly happy to hold if the market shut down for 10 years (Hanya beli sesuatu yang akan kamu senangi jika pasar tutup selama 10 tahun)."

Seringkali kegagalan orang dalam mengatur keuangan pribadi dikarenakan lebih mengedepankan keinginan dibanding kebutuhan. Akibatnya, uang yang dipergunakan bisa jadi lebih besar dari yang dimiliki. Investor kenamaan asal Amerika Serikat, Warren Buffett, telah mempraktikkannya.

Pria terkaya ketiga di dunia pada 2015 menurut Forbes ini bahkan memiliki kebiasaan menekan pengeluaran yang ketat. Ia mengatakan, “Jangan menabung sebesar uang yang tersisa setelah dipakai. Gunakanlah uang yang tersedia sesudah menabung.”

Untuk melakukannya, Warren Buffett selalu menjaga gaya hidupnya tetap membumi. Meski seorang miliuner, Buffett tetap hidup bersahaja. Salah satu contohnya ia memilih terus tinggal di rumah sederhana yang dibelinya pada 1958.

Dengan pergerakan harga properti hingga kini, rumahnya itu bernilai 31.500 dollar Amerika Serikat (sekitar Rp412,3 juta). Padahal, dengan nilai kekayaan yang ditaksir Forbes mencapai 66,4 miliar dollar AS, Warren Buffett seharusnya mudah saja untuk membeli rumah baru.

Menurut Buffett, siapa saja bisa mengatur keuangan pribadi seperti dirinya. Menabung disebutnya sebagai sebuah kebiasaan yang mesti dimiliki.

“Saya kira kesalahan terbesar pada kebanyakan orang adalah tidak belajar menabung dengan baik sejak dini, karena hal itu sebuah kebiasaan,” kata Buffett.

2. Selalu Merencanakan Masa Depan

"Never give up. Today is hard, tomorrow will be worse, but the day after tomorrow will be sunshine." – Jack Ma

(Jangan pernah menyerah. Hari ini sulit, besok akan lebih buruk, tetapi lusa akan menjadi sinar matahari)."

Miliuner asal Tiongkok, Jack Ma, membuktikannya sendiri. Berkat kemampuannya merencanakan masa depan, Jack Ma bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Lihat saja, Forbes mencatat Jack Ma memiliki kekayaaan mencapai 27,9 miliar dollar Amerika Serikat per September 2016.

Kesuksesan Jack Ma tidak lepas dari kejeliannya dalam merencanakan masa depan. Ma melihat sebuah peluang besar dari internet yang pertama kali didengarnya pada 1994. Ihwalnya terjadi pada 1995 ketika ia diperkenalkan dengan internet oleh temannya. Ma mengetik pencarian dengan kata kunci “beer”.

Ternyata, ia tidak menemukan satu pun yang berasal dari Tiongkok. Ma kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut tentang Tiongkok. Namun, tidak ada satu pun informasi yang ditemukannya.

Hal inilah yang mengusiknya. Ia akhirnya membuat situs seadanya yang memuat apapun tentang Tiongkok. Dalam beberapa jam sesudahnya, dia mendapat beragam pertanyaan tentang Tiongkok.

Kejadian itu membuatnya semakin yakin dengan prospek dari internet. Dia lalu sempat bekerja sebagai  situs berbagai perusahaan di Tiongkok. Namun, pada 1998, Jack Ma akhirnya memutuskan kembali ke Tiongkok dan mendirikan sebuah perusahaan online marketplace.

Kini, kesuksesan diraihnya. Perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. “Kami meraih sukses saat ini bukan karena yang kami lakukan pada hari ini. Kami sudah memimpikannya sejak 15 tahun lalu,” kata Ma.

3. Upayakan Uang Bertumbuh

Kisah hidup salah satu orang terkaya di dunia saat ini, Carlos Slim bisa menjadi contoh. Slim sudah berinvestasi sejak dirinya masih kecil. Bayangkan saja, pada umur sebelas tahun, pria asal Meksiko ini telah menanamkan uang di sebuah obigasi pemerintah negaranya. Lalu, setahun berselang, Slim membeli saham pertamanya.

Bahkan, pada umur 15 tahun, dia sudah menjadi shareholder di sebuah bank di Meksiko. Slim berprinsip, tidak ada yang terlalu cepat dalam memulai sesuatu. Jika bisa, mengapa tidak dilakukan sekarang, begitu pemikirannya.

“Profitability is coming from productivity, efficiency, management, austerity, and the way to manage the business." – Carlos Slim.

(Keuntungan berasal dari produktivitas, efisiensi, manajemen, penghematan, dan cara mengelola bisnis).

Jika kamu masih merasa belum berpengalaman, reksa dana dapat menjadi pilihan. Dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibanding saham, reksa dana merupakan opsi yang menarik.[]