Ekonomi

Dari Pernikahan Putra Crazy Rich India hingga Kemenhub Perketat Pengawasan Boeing 737 MAX


Dari Pernikahan Putra Crazy Rich India hingga Kemenhub Perketat Pengawasan Boeing 737 MAX
Maskapai penerbangan bersiap lepas landas di Terminal 1B, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (23/6). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Mukesh Ambani, crazy rich asal India pada Sabtu (10/3/2019) lalu, menikahkan putranya. Pernikahan yang dihelat di Mumbai ini ternyata dihadiri oleh para bos-bos korporasi besar dari beberapa negara, perdana menteri Inggris, serta artis dan aktor ternama di India. Sebut saja Shah Rukh Khan dan Ranbir Kapoor.

Pesawat Ethiopian Jenis Boeing 737-8 MAX alami kecelakaan membuat sejumlah negara memutuskan untuk menerbangkan pesawat jenis tersebut. Termasuk di Indonesia salah satunya. Pasalnya, Boeing 737-8 MAX ini juga pernah dialami oleh penerbangan di Indonesia yang menewaskan ratusan penumpangnya pada kejadian Oktober tahun lalu.

Edisi Senin (11/3/2019), Akurat.co telah memilih ulasan berita menarik yang harus dibaca, yaitu:

1. Pengusaha Besar hingga Artis Hadiri Resepsi Putra Orang Terkaya India

Orang Terkenal Dunia termasuk bintang film, eksekutif perusahaan, politisi dan pemain olahraga menghadiri Resepsi Pernikahan putra pria terkaya India, Mukesh Ambani, di Mumbai pada Sabtu (10/3/2019).

Sejumlah tamu anak bos Reliance Industries antara lain Sundar Pichai, CEO Google, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, bintang film Rajinikanth dan Priyanka Chopra dan pemain kriket Sachin Tendulkar dan Hardik Pandya.

Idola asal India, Shah Rukh Khan dan Ranbir Kapoor pun datang dan menari bersama mempelai pria Akash Ambani, dilansir dari Reuters (10/3/2019).

Baca berita selengkapnya, klik di sini

2. KKP Amankan Kapal Ikan Ilegal Berbendera Vietnam

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan upaya pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) untuk mewujudkan kedaulatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Hal ini terlihat dari operasi Kapal Pengawas Perikanan yang berhasil menangkap 1 (satu) kapal perikanan asing (KIA) berbendera Vietnam di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara pada Jumat (8/3/2019).

Demikian diungkapkap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman, di Jakarta, dalam keterangan resminya (10/3/2019).

Baca berita selengkapnya, klik di sini

3. Cuitan Senior Research BEI Sindir Prabowo Soal Utang Pribadinya Berujung Panjang

Senior Research Bursa Efek Indonesia (BEI), Poltak Hotradero menyindir janji calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang akan membuat negara tidak menumpuk utang.

Pasalnya, Poltak berpendapat bahwa Prabowo masih belum mampu mengatasi masalah pribadinya, terkait utang perusahaan serta Pajak yang belum dibayarkan dan menunggak bertahun-tahun. Apalagi nanti mengurusi soal negara.

"Bayar utang, pesangon karyawan dan tunggakan Pajak aja dulu," cuit akun Twitter @hotradero dua hari lalu.

Baca berita selengkapnya, klik di sini

4. Perpres Mobil Listrik Segera Terbit, PLN dan Pertamina Klaim Siap Fasilitasi Infrastruktur

Mobil listrik menjadi salah satu fokus pemerintah dalam rangka menurunkan tingkat polusi dari energi Fosil dan meningkatkan program energi mix pada tahun 2025. Dimana energi baru terbarukan mendapatkan porsi sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Namun belum terlihat perkembangan program yang seringkali dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut diberbagai kesempatan. Pasalnya program mobil listrik belum memiliki payung hukum yang jelas. Meski rancangan Perpres mobil listrik diklaim sudah dimeja Presiden.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Munir Ahmad mengatakan bahwa dalam satu hingga dua bulan ke depan Perpres tentang mobil listrik akan segera keluar. "Insyaallah dalam satu dua bulan ke depan Perpresnya akan ke luar," katanya di Gorontalo belum lama ini.

Baca berita selengkapnya, klik di sini

5. Jatuh Lagi, Kemenhub Perketat Pengawasan Maskapai yang Operasikan Boeing 737-8 Max

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan pengawasan penggunaan pesawat Boeing 737-8 Max. Ini menyusul musibah jatuhnya pesawat berjenis sama milik Ethiopian Airlines yang terbang dari Bandara Bole di Addis Ababa menuju Nairobi, Minggu (10/3/2019).

"Hingga saat ini kami terus melakukan langkah-langkah perbaikan mulai dari prosedur operasional maupun additional training serta menindaklanjuti Airworthiness Directivem yang dikeluarkan Federal Aviation Administration," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Baca berita selengkapnya, klik di sini []