Ekonomi

Dari Boikot dan Divestasi, Berikut Ini 5 Cara Praktis Yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Bantu Palestina Hadapi Israel

berikut ini beberapa cara praktis yang bisa kamu lakukan untuk membantu rakya Palestina saat ini


Dari Boikot dan Divestasi, Berikut Ini 5 Cara Praktis Yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Bantu Palestina Hadapi Israel
Warga Palestina mengevakuasi diri ketika sebuah gedung menjadi sasaran pemboman Israel di Kota Gaza (Mahmud Hams/AFP)

AKURAT.CO  konflik antara Palestina dan Israel semakin memanas. Banyak negera yang mengecam perbutan Israel yang meningkatakan eskalasi di Jalur Gaza. Untuk itu saat ini bagi kamu yang mendukung aksi kemanusiaan untuk Palestina berikut adalah beberapa cara praktis untuk membantu rakyat Palestina, dan  memahami apa yang sedang terjadi.

Pada Jumat malam, dunia menyaksikan dengan ngeri ketika pasukan Israel menyerbu Al Haram Al Sharif, Masjid-al-Aqsa, situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Kekerasan yang diakibatkan oleh Israel  terjadi ketika negara tersebut  berencana untuk mengusir beberapa keluarga Palestina  dari rumah mereka di Sheikh Jarrah untuk memberi jalan bagi para pemukim Israel. Hal tersebut  terjadi ketika Israel merayakan "Hari Yerusalem," yang merayakan  pendudukan mereka di wilayah timur  pada tahun 1967.

Serangan eskalasi antara Israel dan Palestina bukan ini saja terjadi. Konflik telah berakar  lebih dari 70 tahun dimana terjadi penindasan  yang dialami orang-orang Palestina.

melansir dari thedailyvox.com, berikut ini beberapa cara praktis yang bisa kamu lakukan untuk membantu rakya Palestina saat ini

1. Mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS)

Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) adalah gerakan global yang dimulai oleh warga Palestina untuk memboikot produk  negara Israel. Gerakan tersebut bertujuan agar dunia internasional mendesak Israel mematuhi pertauran Internasional terkait kemanusiaan.

Boikot  melibatkan menghentikan hubungan dengan  Israel baik melalui  olahraga, budaya dan akademik Israel, dan dari semua perusahaan Israel dan internasional yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia Palestina.

Kampanye divestasi  mendesak bank, dewan lokal, gereja, pension fund dan universitas berbagai negara untuk menarik investasi dari Negara Israel dan semua perusahaan Israel yang mendukung apartheid Israel.

Kampanye sanksi  menekan pemerintah di berbagai dunit  untuk memenuhi kewajiban hukum mereka untuk mengakhiri praktik apartheid Israel, dengan melarang bisnis  Israel di pemukiman warga Palestina, mengakhiri perdagangan militer dan perjanjian perdagangan bebas, serta menangguhkan keanggotaan Israel di forum internasional seperti Badan PBB dan FIFA.

BDS sendiri terinspirasi oleh gerakan anti-apartheid Afrika Selatan, seruan BDS mendesak tindakan internasional untuk menekan Israel agar mematuhi hukum internasional.

BDS sekarang adalah gerakan global yang dinamis yang terdiri dari serikat pekerja, asosiasi akademis, gereja, dan gerakan akar rumput di seluruh dunia. Sejak diluncurkan pada tahun 2005, BDS memiliki dampak yang besar dan secara efektif telah menenkan Israel untuk menghentikan kekerasan mereka terhadap warga sipil Palestina.

2. Donasi

Seiring dengan menjadi sasaran kekerasan Israel  banyak orang Palestina menderita situasi ekonomi yang mengerikan. Pendudukan Israel atas tanah Palestina membuat banyak orang tidak memiliki pekerjaan dan hidup dalam kemiskinan

Salah satu bentuk nyata adalah memberikan donasi  ke berbagai organisasi yang bekerja di Palestina untuk membantu memenuhi sumber daya dasar.

3. Edukasi dan Sejarah

Salah satu cara terbaik dan terpenting untuk membantu rakyat Palestina adalah melalui edukasi. edukasi dan pemahaman sejarah memungkinkan orang untuk memahami bahwa serangan baru-baru ini terhadap Palestina  selama bulan suci Ramadan atau penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka di Sheikh Jarrah tidak terjadi begitu saja.

Penggusuran tersebut telah berakar lama sejak perang Arab-Israel pada 1948. Penggusuran empat keluarga di Sheikh Jarrah telah dimuali padaa tahun 1948. Israel  menyerbu lebih dari 500 kota dan desa Palestina. Mereka membuat lebih dari 750.000 orang Palestina mengungsi untuk menciptakan negara Israel. Keluarga yang sama dari tahun 1948 sekali lagi diusir dari rumah mereka untuk melanjutkan aneksasi wilayah Palestina.

Peristiwa pada tahun 1948 diperingati oleh rakyat Palestina pada tanggal 15 Mei dengan nama Hari Nakbah.

Sebagian besar warga Sheikh Jarrah adalah orang Palestina. Namun, bagi Israel, wilayah itu merupakan lokasi suatu tempat suci karena terdapat makam seorang imam agung Yahudi. 

Warga Palestina khawatir mereka akan diusir dari lingkungan itu, apalagi saat Mahkamah Agung Israel akan menggelar sidang soal sengketa hukum wilayah tersebut pada Senin pekan depan. Juru bicara Komisi PBB urusan Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa pengusiran, bila diputuskan dan dilaksanakan, akan melanggar kewajiban Israel di muka hukum internasional atas wilayah Yerusalem Timur yang direbut dan didudukinya, bersama dengan Tepi Barat, dari Jordania pada 1967.

Juru bicara Komisi PBB urusan Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa pengusiran, bila diputuskan dan dilaksanakan, akan melanggar kewajiban Israel di muka hukum internasional atas wilayah Yerusalem Timur yang direbut dan didudukinya, bersama dengan Tepi Barat, dari Jordania pada 1967.

"Kami menyerukan Israel untuk segera menghentikan semua pengusiran paksa, termasuk mereka yang tinggal di Sheikh Jarrah, dan menghentikan setiap kegiatan yang akan menimbulkan suasana yang koersif dan mengarah kepada alih kepemilikan paksa," kata juru bicara Komisi HAM PBB, Rupert Colville pada Jumat. 

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa Palestina sedang "menghadirkan perselisihan real-estat antarpihak-pihak swasta untuk kepentingan nasionalis, dalam rangka menghasut kekerasan di Yerusalem."

 Palestina membantah klaim tersebut. Israel menduduki Yerusalem Timur sejak Perang Timur Tengah 1967 dan mengeklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, walau itu tidak diakui sebagian besar masyarakat internasional. Sedangkan Palestina menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya masa depan sebagai negara yang independen.

4. Dengarkan suara orang Palestina

Sangat penting untuk mengangkat dan mempromosikan suara rakyat Palestina. Hal ini bertujuan untuk memahami seberapa sulit warga Palestina hidup dalam konflik yang tak usai-usai.

Gambar baru-baru ini juga menunjukan bahwa  serangan terhadap Al-Aqsa dan jamaah telah menunjukkan banyak Muslim Palestina yang menjadi korban serangan Israel. Tidak semua warga Palestina juga adalah Muslim. Ada banyak orang Kristen Palestina yang mengalami penganiayaan dan penindasan yang sama seperti Muslim. 

Pada tahun  2015, umat Kristen Palestina terdiri dari sekitar 1-2,5% populasi di Tepi Barat, dan kurang dari 1% di Jalur Gaza.

5. Sosial media

Sosial media dapat digunakan untuk memperkuat suara baik dari  aktivis dan jurnalis Palestina di lapangan. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk mengambil foto dan video untuk dibagikan kepada seluruh dunia.

 Dengan membagikan laporan atau postingan mereka, ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas kepada  banyak orang untuk memahami apa yang terjadi di Palestina. Banyak organisasi berita di seluruh dunia membingkai apa yang terjadi di Palestina sebagai bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel. Melalui laporan di lapangan, gambaran yang lebih jelas muncul tentang apa yang sebenarnya terjadi.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co