Ekonomi

Dari Bandung Menuju Pasar Internasional, Ini 5 Fakta Mengejutkan Produk Eiger

Eiger, sebuah brand asli karya anak bangsa berhasil menembus pasar internasional. Eiger adalah nama salah satu puncak terkenal di Pegunungan Alpen Swiss. 


Dari Bandung Menuju Pasar Internasional, Ini 5 Fakta Mengejutkan Produk Eiger
Ilustrasi produk Eiger. (instagram/eigeradventure)

AKURAT.CO, Menghabiskan waktu dengan berlibur di wisata alam memang menjadi salah satu hiburan yang dalam beberapa tahun terakhir digandrungi oleh banyak orang. Maka tak heran jika sejumlah produk bertemakan outdoor menjadi laris manis. Bahkan, sebuah brand asli karya anak bangsa berhasil menembus pasar internasional. Brand tersebut adalah Eiger. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait brand asli Indonesia, Eiger. 

1. Terinspirasi dari gunung di luar negeri

Nama Eiger memang telah populer di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Namun ternyata nama tersebut diambil dari sebuah gunung di luar negeri, tepatnya di Alpen Bernese. Gunung ini berada di dataran Grindelwald dan Lauterbrunnen di daerah Bernese Oberland yang ada di negara Swiss. Sedangkan Eiger adalah nama salah satu puncak terkenal di Pegunungan Alpen Swiss. 

2. Produk pertama berupa tas ransel

Nama pegunungan tersebut memang selaras dengan berbagai produk yang dirilis oleh Eiger. Pasalnya, sejak pendiriannya, produk yang berada di bawah naungan PT Eigerindo Multi Produk Industri (Eigerindo MPI) ini telah memfokuskan diri pada berbagai kebutuhan peralatan dan perlengkapan pencinta alam. Sedangkan produk pertama yang dikeluarkan oleh Eiger adalah sebuah tas ransel berukuran 55 liter yang pembuatannya berdasarkan hasil riset dan pengujian di lapangan. 

3. Libatkan komunitas dalam pembuatan

Eiger dikenal begitu dekat dengan konsumennya. Salah satunya adalah karena produk asal Bandung ini selalu melibatkan sejumlah komunitas dalam mendesain produk. Ketika desain telah dibuat, maka komunitas yang terlibat akan mengetes produk buatan Eiger tersebut. Bahkan, Eiger juga terus berinovasi dengan berbagai teknologinya. Salah satunya adalah penerapan teknologi Apros Assortment Planning yang digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan optimalisasi produk lokal. 

Baca Juga: Pilihan Utama Pembalap Dunia! Ini 7 Fakta Mengejutkan Brand Helm Indonesia KYT dan NHK

4. Tembus pasar mancanegara

Meski telah dirilis pada tahun 1989, Eiger baru diresmikan pada tahun 1994 silam dengan toko pertamanya yang didirikan oleh Ronny Lukito di kawasan Cihampelas, Bandung. Baru pada tahun 2012, Eiger membuat gebrakan dengan membuka sebuah gerai seluas 1.500 meter. Bernama Eiger Adventure Store (EAS), gerai yang berada di Bandung ini menjadi outlet terbesar di dunia yang berisi peralatan di bidang petualangan. Bahkan, dua tahun sebelumnya, pada tahun 2010, Eiger berhasil membuka gerai di Dortmund, Jerman. 

5. Dari dua mesin jahit jadi 800 orang penjahit

Di awal pendiriannya, Eiger hanya menggunakan dua mesin jahit dengan fasilitas yang sederhana. Kini, Eiger telah memiliki pabrik dengan luas mencapai 3 hektare di Kabupaten Bandung dengan dukungan lebih dari 800 orang penjahit. Selain itu, nama Eiger juga telah dikenal di penjuru Indonesia bahkan hingga Singapura, Lebanon, dan Jepang. Secara keseluruhan, Eiger telah memiliki 81 toko, 3 toko flagship dan 34 ruang pameran. 

Sang pendiri sekaligus pemilik, Ronny Lukito dikenal sebagai sosok pengusaha populer dengan berbagai produk tas dan perlengkapan petualangan, mulai dari merek Exsport, Bodypack, XTREME, Nordwand, hingga Neosack.[]