Ekonomi

Dapat 'Surat Cinta' PKPU dari Mitra Buana Koorporindo, Respon Bos Garuda Santai

Bos Garuda mengatakan telah menerima surat pemberitahuan dari PN Jakarta Pusat terkait adanya permohonan PKPU dari Mitra Buana Koorporindo.


Dapat 'Surat Cinta' PKPU dari Mitra Buana Koorporindo, Respon Bos Garuda Santai
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra saat wawancara eksklusif oleh Akurat.co di area perkantoran Gedung Garuda City Center, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (11/8/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra mengatakan bahwa perseroan telah menerima surat pemberitahuan dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terkait adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Mitra Buana Koorporindo (MBK) selaku kreditur, pada Selasa (26/10/2021).

"Kami akan mempelajari permohonan PKPU tersebut, bersama dengan konsultan yang telah ditunjuk oleh Garuda untuk memberikan tanggapan lebih lanjut sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/10/2021) malam.

Irfan mengatakan, Garuda juga akan terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait mengenai tindak lanjut dan langkah yang akan ditempuh terhadap pengajuan permohonan PKPU ini.

Menurut Irfan, Garuda memastikan layanan operasional penerbangan bagi masyarakat akan tetap tersedia secara optimal melalui layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang, khususnya di tengah kondisi pandemi saat ini.

Sebagai informasi, sebelumnya, maskapai penerbangan pelat merah ini telah lolos dari jerat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Hal ini terjadi setelah gugatan PKPU pemohon yaitu PT My Indo Airlines ditolak Majelis Hakim dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2021).

Dilansir dari berbagai sumber, Kuasa Hukum My Indo Airlines Asrul Tenriaji Ahmad mengonfirmasi bahwa gugatan PKPU kliennya ditolak dalam sidang tersebut.

Lebih lanjut, Asrul tidak berkomentar perihal dampak penolakan gugatan PKPU tersebut terhadap nasib kasus yang melibatkan My Indo Airlines dengan Garuda Indonesia, termasuk kelanjutan perkara dan potensi pengajuan banding ke depan. Yang terang, dia menegaskan bahwa PKPU tersebut tidak diterima. 

Sementara itu, Irfan mengatakan pihaknya akan tetap berfokus pada upaya restrukturisasi kewajiban usaha dan operasinya.

"Garuda Indonesia telah menghadiri sidang putusan Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat yang menolak pengajuan PKPU oleh My Indo Airlines selaku kreditur," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021) lalu.

"Selanjutnya Garuda akan tetap berfokus pada upaya restrukturisasi kewajiban usaha dan operasinya, serta menjamin operasi penerbangan untuk angkutan penumpang dan kargo berjalan normal," jelas Irfan.[]