News

Dapat Ancaman Bom, Malaysian Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Otoritas bandara menerima informasi bahwa ada penumpang yang diduga membawa bom atau benda mirip bom di dalam pesawat.


Dapat Ancaman Bom, Malaysian Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh
Ilustrasi pesawat Malaysian Airlines. (Anadolu Agency)

AKURAT.CO, Sebuah penerbangan reguler Malaysian Airlines mendarat darurat di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal (HSIA), Dhaka, Bangladesh pada Rabu (1/12) malam. Pasalnya, ada laporan terdapat bahan peledak atau benda seperti bom di dalam pesawat tersebut. Otoritas sontak memanggil pasukan komando tentara untuk penyisiran total.

Dilansir dari The Daily Star, pesawat MH-195 berpenumpang 135 orang ini datang dari Kuala Lumpur dan mendarat di Dhaka pada pukul 21.35 dengan pengamanan yang ketat di bandara dan landasan pacu, menurut Direktur Eksekutif HSIA Kapten AHM Touhid-Ul Ahsan.

"Kami tak menemukan bahan peledak atau benda seperti bom di dalam pesawat maupun di bagasi penumpang. Penyisiran selesai sekitar pukul 01.00," ungkapnya.

Berdasarkan keterangannya, otoritas bandara menerima informasi bahwa ada penumpang yang diduga membawa bom atau benda mirip bom di dalam pesawat. Setelah itu, masing-masing tim mengikuti rapat darurat dan menjalankan seluruh tindakan pencegahan dalam pendaratan darurat pesawat.

"Tak lama kemudian, kami mengetahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Bahkan saat itu, kami tak ambil risiko dan menjalankan semua tindakan sesuai prosedur standar operasional. Kami memberi tahu semua badan keamanan, komando Angkatan Darat dan Angkatan Laut, Batalyon Polisi Bersenjata, Batalyon Cepat Tanggap, dan petugas pemadam kebakaran untuk penyisiran total," terangnya.

Setelah dilakukan penggeledahan di pesawat, kabin, dan barang bawaan, pesawat dinyatakan aman oleh Angkatan Udara.

"Para penumpang menjalani pemeriksaan tubuh. Barang bawaan mereka juga digeledah total," kata seorang petugas bandara.

Menurut sejumlah saksi mata, unit penjinak bom tentara bersama banyak komando militer dan personel angkatan udara terlihat di bandara. Sementara itu, 5 unit pemadam kebakaran, ambulans, dan anggota Batalyon Cepat Tanggap serta polisi bersenjata dikerahkan ke berbagai sudut bandara.

Setelah penerbangan ditunda selama sekitar 3,5 jam sejak pukul 21.00, HSIA beroperasi normal pada Kamis (2/12) pukul 00.45.

"Tak ada yang ditahan dalam kejadian ini," pungkas Morshedul Alam, wakil komisaris Kepolisian Metropolitan Dhaka Divisi Uttara. []