News

5 Fakta Menarik JP Morgan Chase, Danai European Super League dan Punya Aset hingga Rp48 Kuadriliun

Merupakan salah satu dari empat lembaga perbankan dan keuangan terbesar di Amerika Serikat.


5 Fakta Menarik JP Morgan Chase, Danai European Super League dan Punya Aset hingga Rp48 Kuadriliun
Sejarah perusahaan perbankan JP Morgan Chase bermula pada tahun 1854. (nypost.com)

AKURAT.CO, Kabar terlibatnya perusahaan perbankan dan investasi dunia, JP Morgan Chase co., di dunia sepak bola semakin santer terdengar setelah munculnya ajang sepak bola European Super League. Perusahaan bank yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS) tersebut dikabarkan menjadi sponsor utama ajang sepak bola tandingan UEFA dan FIFA. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait JP Morgan Chase co. 

1. Lebih dari 1 abad

Perusahaan perbankan JP Morgan Chase bermula pada tahun 1854. Junius S. Morgan bergabung dengan George Peabody & Co dan membentuk perusahaan perbankan yang berbasis di London. Setelah beberapa tahun dikembangkan oleh Junius dan berganti menjadi J.S. Morgan & Co, pada tahun 1864, perusahaan tersebut diambil alih oleh anak Junius yang bernama J. Pierpont Morgan. Kemudian, ia mengubah nama perusahaannya menjadi J. Pierpont Morgan & Company. 

2. Berubah jadi gabungan sejumlah lembaga perbankan

Setelah melalui sejumlah aktivitas perbankan yang sukses bahkan mencapai kesepakatan dengan Bank of England, nama perusahan ini pun berubah menjadi JP Morgan & Co pada tahun 1914 silam. Kini, JP Morgan Chase adalah kumpulan dari sejumlah perusahaan perbankan raksasa AS sejak tahun 1996, mulai dari Chase Manhattan Bank, Bank One, Bear Stearns JP Morgan & Co, dan Washington Mutual. 

3. Salah satu terbesar di AS

Saat ini, JP Morgan Chase merupakan salah satu dari empat lembaga perbankan dan keuangan terbesar di AS bersamaan dengan Wells Fargo, Bank of America, dan Citigroup. Pada tahun 2020, pendapatan lembaga ini mencapai USD 119,54 miliar atau sekitar Rp1,73 kuadriliun dengan pendapatan bersih mencapai USD 29,13 miliar atau sekitar Rp422,05 triliun. Sedangkan aset seluruhnya mencapai USD3,38 triliun atau sekitar Rp48,97 kuadriliun. Terdiri dari empat divisi, lembaga bank ini memiliki lebih dari 255 ribu karyawan di seluruh dunia. 

4. Bank pernah kehilangan lebih dari Rp86 triliun

JP Morgan Chase adalah sebuah bank universal. Maksudnya adalah bank ini beroperasi baik sebagai bank komersial dan sebuah lembaga investasi. Hal ini membuat bank ini memiliki risiko yang lebih tinggi daripada bank konvensional. Pada tahun 2012 lalu, JP Morgan pernah kehilangan dana hingga USD 6 miliar atau sekitar Rp86,93 triliun karena investasi yang salah. Hal ini sempat mengguncang kesehatan kas dari bank yang terletak di New York City ini. 

5. Biayai European Super League

Dalam beberapa hari terakhir, dunia sepak bola Eropa sedang memanas. Pasalnya, sebuah ajang sepak bola Eropa baru muncul sebagai tandingan gelaran sepak bola yang dikelola oleh UEFA dan FIFA. Topik ini semakin memanas ketika diketahui salah satu lembaga perbankan raksasa dunia, JP Morgan, ikut membantu investasi awal dengan total investasi mencapai USD 4,8 miliar atau sekitar Rp69,54 triliun kepada gelaran sepak bola yang diprakarsai oleh 12 klub Eropa tersebut. 

Dalam rilis terbarunya, gelaran European Super League nantinya akan memberikan sekitar EUR 400 juta kepada pemenang. Nilai ini dua kali lipat lebih dibanding hadiah pemenang Liga Champions yang diselenggarakan oleh Liga Champions. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu