News

Dana Rp10 M ACT ke Koperasi Syariah 212 untuk Bayar Utang

Dana Rp10 M ACT ke Koperasi Syariah 212 untuk Bayar Utang
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/7/2022). Ahyudin diperiksa untuk kesekian kalinya sebagai saksi berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan dana sosial ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada 2018. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memeriksa ketua umum koperasi 212 berinisial MS. MS mengaku koperasi 212 menerima uang sebesar Rp10 Miliar dari ACT. 

Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri, Andri Sudarmaji mengatakan uang Rp10 Miliar itu untuk pembayaran utang.

"Pembayaran utang salah satu perusahaan afiliasi ACT," kata Andri kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).

Namun, Andri belum memastikan akan disita atau tidak uang Rp10 miliar tersebut. Dia mengaku masih melakukan pendalaman. "Kita dalami terus terhadap pihak-pihak terkait," ucap Andri.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan yayasan ACT telah menyalahgunakan dana dari pihak Boeing untuk ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air sebesar Rp138 Miliar. 

Dari Rp138 Miliar, Rp34 miliar di antaranya digunakan tidak untuk peruntukannya. Dana tersebut digunakan ACT untuk pembangunan pesantren hingga Koperasi Syariah 212.

"Apa saja yang digunakan tidak sesuai peruntukan pengadaan armada rice truk, kurang lebih Rp2 miliar, untuk program big food bus Rp2,8 m, kemudian pembagunan pesantren peradaban Tasikmalaya Rp8,7 miliar, untuk Koperasi Syariah 212 kurang lebih Rp10 miliar, untuk dana talangan CV CUN Rp3 miliar, dana talangan sebuah PT MGBS Rp7,8 miliar. Total semua Rp34.573.069.200," kata Wadir Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Helfi Assegaf dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 25 Juli 2022.[]