News

Dana Kemah dan Apel, Dahnil: Bukan Saya yang Mengembalikan Uang


Dana Kemah dan Apel, Dahnil: Bukan Saya yang Mengembalikan Uang
Dahnil Anzar Simanjuntak mengisi Tabligh Akbar di Lampung (Screencapture/twitter.com/Dahnilanzar)

AKURAT.CO, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak membantah mengembalikan uang Rp2 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dia menegaskan yang mengembalikan adalah panitia Pemuda Muhammadiyah. Dana itu tadinya diperuntukkan untuk kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017.

Klarifikasi dari juru pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno disampaikan melalui akun Twitter @Dahnilanzar. "Bukan saya yang mengembalikan uang, tapi panitia Pemuda Muhammadiyah, karena mereka merasa kontrak batal secara hukum. Monggo dijelaskan min @pppemudamuh @tuitefanani @siputrabatubara," kata dia.

Dia membuat klarifikasi lantaran berseliweran informasi bahwa dia mengembalikan uang kepada Kemenpora.  Dia juga membantah membubuhkan tanda tangan kegiatan kemah dan apel.

"Pernyataan polisi di media terkait dengan ada tandatangan saya di laporan kegiatan kemah pemuda, saya perlu klarifikasi, di BAP saya menyatakan, saya tidak tahu menahu ada tandatangan tersebut, karena tanda tangan di situ adalah hasil scan," kata dia.

Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan penyidikan yang dilakukan terhadap dugaan korupsi kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia.

"Aneh hanya kami yang diperiksa," kata Dahnil yang menjadi saksi di Polda Metro Jaya, sebagaimana laporan Antara.

Dahnil mencurigai penyidik kepolisian mencari kesalahan terkait penyidikan terhadap dugaan korupsi.

Dahnil menyatakan penyidikan kasus itu diduga terkait dirinya berposisi sebagai anggota tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Sebelumnya, Kemenpora melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah menggelar Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan.

Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan kepolisian dan Badan Pemeriksa Keuangan, status kasus tersebut meningkat dari penyelidikan ke penyidikan.

Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa Ketua Pelaksana Ahmad Fanani, panitia dari Kemenpora Abdul Latif, dan panitia dari GP Ansor Safaruddin pada Senin (19/11).