News

Dampak Wabah PMK, Pasokan Sapi ke Banjar Berkurang 60 Persen

Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) sepertinya berdampak signifikan terhadap pasokan sapi dari petani.


Dampak Wabah PMK, Pasokan Sapi ke Banjar Berkurang 60 Persen
Rani memiliki tinggi 50,8 cm dan berat hanya 26 kg. (AFP)

AKURAT.CO, Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) sepertinya berdampak signifikan terhadap pasokan sapi dari petani. Pasalnya akibat dari meluasnya penyakit PMK pada hewan ternak itu. Pasokan sapi ke Kota Banjar dipastikan berkurang hingga 60 persen. 

Idi (54) seorang pengelola peternakan sapi di Kelurahan Banjar mengakui sejak beredarnya informasi terkait penyakit PMK hewan ternak, pasokan sapi sedikit terkendala. Dia menyebutkan, pasokan berkurang hingga 60 persen jika dibandingkan hari biasanya untuk persiapan hari raya kurban.

Menurut Idi, hal tersebut dikarenakan tempat pasokan barang yang biasanya diambil dari Jawa Timur, sekarang ini tengah dilakukan pembatasan sehingga tidak bisa melakukan distribusi barang.

baca juga:

Selain itu, jika mengambil pasokan sapi yang baru dikhawatirkan nantinya terdapat virus yang akan berdampak pada sapi yang lain.

“Katanya sekarang jangan ambil barang dulu jadi barang yang ada sekarang stok lama, sekitar dua bulan yang lalu. Kemarin juga sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan,” kata Idi dikutip JabarNews.com, Minggu (15/5/2022).

Sejak adanya informasi wabah PMK, lanjut Idi, pasokan barang ke Kota Banjar menjadi terganggu. Ketersedian barang sekarang berkurang, hanya sekitar 150 ekor sapi yang tersedia di kandang.

Padahal, kata Idi, biasanya ketersediaan barang untuk pasokan persiapan menjelang Idul Adha bisa mencapai antara 400-500 ekor sapi yang disiapkan.

“Pasokan terganggu. Soalnya takut nanti kalau datang sapi yang baru bisa menular. Makannya belum mendatangkan sapi baru lagi,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Banjar, Agus Kostaman mengatakan, adanya wabah PMK dan pembatasan itu tentunya akan mempengaruhi pasokan barang.

Dampak tersebut lanjutnya, karena biasanya dua bulan sebelum hari raya kurban bandar sudah mulai mempersiapkan stok kebutuhan sapi ataupun ternak.

“Kalau kebutuhan mungkin akan berkurang dan berpengaruh pada pasokan di Banjar, karena biasanya untuk stok bandar mulai mempersiapkan sejak bulan-bulan sekarang ini,” ucap Agus.

“Untuk solusinya, semoga kondisi cepat teratasi dan bisa kembali mengambil pasokan dari luar daerah,” tambahnya. []

Lihat Sumber Artikel di Jabarnews.com Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabarnewscom. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabarnewscom.