News

Damainya Perayaan Idul Adha di Kompleks Al-Aqsa, 100 Ribu Umat Muslim Khusyuk Salat Tanpa Konflik

100 ribu umat Muslim khusyuk salat tanpa konflik


Damainya Perayaan Idul Adha di Kompleks Al-Aqsa, 100 Ribu Umat Muslim Khusyuk Salat Tanpa Konflik
Ribuan warga Palestina menunaikan salat di Masjid Al Aqsa, di Yerusalem, untuk menandai hari raya Idul Adha, Selasa (20/7) (Jamal Awad/Flash90)

AKURAT.CO, Wajah kompleks Masjid Al-Aqsha yang kerap jadi titik konflik Palestina-Israel mendadak berubah pada Selasa (20/7) pagi kemarin. Pasalnya, tidak seperti biasanya, pada pagi itu, suasana Masjid Al-Aqsa begitu damai. Umat Muslim terlihat berbondong-bondong menggelar salat Idul Adha. Bahkan, dilaporkan bagaimana jemaah yang hadir kebanyakan dari Tepi Barat, Palestina. 

Khidmatnya perayaan Idul Adha di kompleks Masjid Al-Aqsa itu juga ikut terekam dalam berbagai foto. Dalam sebuah gambar misalnya, terlihat jalan-jalanan di kompleks masjid dipadati dengan para jemaah yang salat. Dalam foto itu, mereka terlihat sangat khusyuk bersujud menghadap masjid. 

Ada pula gambaran dimana usai melaksanakan salat, beberapa warga muslim mengibarkan bendera Palestina.

Damainya Perayaan Idul Adha di Kompleks Al-Aqsa, 100 Ribu Umat Muslim Khusyuk Salat Tanpa Konflik - Foto 1
  jemaah mengibarkan bendera Palestina dan spanduk Hamas setelah salat Idul Adha di Bukit Bait Suci, Selasa (20/7)-Jamal Awad/Flash90

Belum diketahui berapa jumlah warga muslim yang melangsugkan salat Idul Adha pada Selasa pagi itu. Namun, menurut Times of Israel, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Sementara media Palestina menyebut jumlah jemaah mencapai hingga sekitar 100 ribu warga.

Namun, secara keseluruhan, ibadah salat Id di Bukit Bait Suci pada Selasa pagi kemarin berlangsung dengan tertib dan damai.  

Situasi itu juga pada akhirnya menjadi berita baik lantaran hanya beberapa hari lalu, kompleks Masjid Al-Aqsa diwarnai konflik. Diketahui, pada Minggu (17/7), bentrokan meletus setelah beberapa orang Arab memprotes masuknya sekitar 1.700 orang Yahudi ke situs Bait Suci untuk memperingati Tisha Be'av.

Konflik yang kembali meletus itupun mulai meredam ketika pada Senin (18/7), Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memberi komitmen kebebasan ibadah bagi semua umat di Bukit Bait Suci.

"Kami menekankan bahwa kebebasan beribadah di Bukit Bait Suci akan sepenuhnya dipertahankan bagi umat Islam, yang akan segera menandai puasa Hari Arafah dan Idul Adha," ucap Bennett yang mundur dari komentar sebelumnya bahwa orang-orang Yahudi juga memiliki 'kebebasan beribadah' di situs tersebut.

Sikap yang sama itu juga ditunjukkan Bennett pada Selasa, di mana ia mengucapkan selamat Idul Adha pada para muslim Israel dan penduduk Druze yang merayakan.

Langkah serupa juga dilakukan oleh Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Ia berbicara dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas pada Senin malam untuk mengucapkan selamat Idul Adha.

"Keduanya berbicara dengan suasana yang positif dan membahas kebutuhan untuk memajukan langkah-langkah membangun kepercayaan antara Israel dan otoritas Palestina, yang akan membantu keamanan dan ekonomi seluruh wilayah,” kata sebuah pernyataan dari kantornya.

Selain itu, Presiden Isaac Herzog juga diketahui ikut berbicara dengan Abbas dan menyampaikan selamat untuk perayaan Idul Adha. 

Seperti diwartakan Times of Israel, ibadah salat Idul Adha di masjid Al-Aqsa terjadi setelah Israel melonggarkan pembatasan perjalanan bagi warga Palestina.

Pekan lalu, Penghubung Israel untuk Palestina, Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), juga mengatakan soal pemberian izin keluarga Palestina yang tinggal di Tepi Barat untuk secara bebas mengunjungi kerabat di Israel. Aturan untuk berdoa di Temple Mount selama liburan itu juga berlaku bagi wanita di atas 40 tahun dan warga di atas 50 tahun yang sudah menikah.

Dengan kebijakan itu, umat muslim di sana pun bisa lebih bebas menikmati liburan Idul Adha yang dimulai dari Senin (19/7) hingga Jumat (23/7) mendatang. Ini juga dengan catatan bahwa warga Palestina yang masuk ke Israel selama liburan harus sudah divaksinasi atau pulih dari COVID-19. []