Rahmah

Dalil Umum Kebolehan Memperingati Maulid Nabi, Catat Ya!

Biasanya, ada sebuah pertanyaan yang ditujukan agar para pengamal Maulid merasa ragu terhadap kebolehan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.


Dalil Umum Kebolehan Memperingati Maulid Nabi, Catat Ya!
Kaligrafi Nabi Muhammad (pinterest.com)

AKURAT.CO  Ketika menjelang atau sesudah peringatan Maulid Nabi, biasanya, ada sebuah beberapa pertanyaan yang disusun sedemikian rupa oleh orang-orang yang anti-peringatan Maulid Nabi. Hal tersebut ditujukan agar yang mengamalkannya merasa ragu terhadap kebolehan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Adapun salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan adalah apakah Nabi menyampaikannya atau tidak? Begini jawabannya.

Dilansir dari laman resmi NU Online, Nabi telah menyampaikan seluruh risalahnya tanpa terkecuali, hanya saja penyampaian Nabi Muhammad terhadap risalah dilakukan dengan dua cara, yakni: Disampaikan secara literal dengan nash (teks ayat atau hadits) yang spesifik atau disampaikan secara global dengan isyarat atau dalil-dalil yang bersifat global. Imam an-Nawawi menjelaskan:

وقد قال الله تعالى ما فرطنا في الكتاب من شيء ومعناه أن من الأشياء ما يعلم منه نصا ومنها ما يحصل بالاستنباط

“Allah Ta’ala telah berfirman: “Tak ada sesuatu pun yang Aku luputkan dari al-Qur’an”, maknanya bahwa sesungguhnya terdapat hal-hal yang diketahui secara tegas berupa nash dan ada pula yang dihasilkan dengan cara penggalian hukum (istinbat).” (an-Nawawi, Syarh an-Nawawi ‘Ala Muslim, juz XI, halaman 88).

Sehingga peringatan Maulid Nabi tergolong hal yang tak ada nash-nya secara spesifik namun bisa masuk dalam cakupan kategori dalil-dalil global, misalnya: Dalam QS. Yunus: 58, Allah memerintahkan manusia untuk bergembira atas rahmat yang diberikan Allah sedangkan dalam QS al-Anbiya: 107 ditegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah rahmat bagi seluruh alam. 

Dengan demikian, maka bergembira atas keberadaan Nabi di dunia merupakan hal yang sesuai dengan perintah bergembira dalam QS. Yunus: 58 tersebut.

Adapun dalil umum lainnya adalah tindakan Rasul yang memperingati hari kelahirannya setiap Senin dengan puasa adalah bukti bahwa momen kelahiran beliau layak diperingati. Dan banyak dalil-dalil lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan dalam artikel ini yang kesemuanya dapat menjadi patokan penggalian hukum (istinbath) terhadap hukum peringatan Maulid Nabi. 

Itulah jawaban dari pertanyaan yang sering muncul saat Maulid Nabi tiba. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang cinta kepada Rasulullah SAW dan selalu meneladani Uswah Khasanah Nabi, sehingga mendapat syafaat di hari kiamat kelak. Wallahu A'lam. []

Sumber: Nu Online