Rahmah

Dalil Penentuan Awal Puasa dan Idul Fitri dengan Melihat Hilal

Dalil cara penentuan awal puasa dan idul fitri


Dalil Penentuan Awal Puasa dan Idul Fitri dengan Melihat Hilal
Tim Hilal BMKG mengamati matahari terbenam menggunakan teleskop saat melakukan pemantauan hilal di Dermaga Hati, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/4/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Salah satu cara dalam menentukan awal bulan puasa dan Idul Fitri adalah dengan ru'yah Al-Hilal atau melihat bulan. Selain dengan hisab atau perhitungan sebagaimana dilakukan sebagian orang di Indonesia.

Akan tetapi bagaimana pun, semua masyarakat harus mengikuti ketentuan dari pemerintah demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Adapun dalil penentuan awal puasa dan idul Fitri dengan melihat hilal adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:

 إذَا رَأيْتُمُ الْهِلَا لَ فَصُوْمُوا وَإذَا رَأيْتُمُوْهُ فَأفْطرُوْا فإنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَصُوْمُوا ثَلا ثِيْنَ يَوْمًا 

Artinya: "Apabila kalian melihat hila (bulan Ramadhan) maka puasalah dan apabila kalian melihat hilal (bulal Syawal) maka berbukalah (lebaran), dan apabila tertutup awan (mendung) maka berpuasalah 30 hari." (HR. Muslim).

Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda:

 الصَّوْمُ يَومٌ تَصُوْمُوْنَ وَاْلفِطْرُ يَوْمٌ تُفْطِرُوْنَ وَالْأضْحَى يَوْمٌ تُضَحُّوْنَ 

 

Artinya: "Puasa itu adalah pada hari kalian semua berpuasa, dan leba ran itu pada hari kalian berbuka, sedangkan Idul Adha adalah pada saat kalian semua berqurban." (HR. Tirmidzi) 

Itulah dua dalil ketentuan awal bulan puasa dan idul Fitri di dalam hadits Nabi. Pada akhirnya untuk menentukan keduanya semua masyarakat harus ikut ketentuan pemerintah, demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Wallahu A'lam.[]

 

Sumber: NU Online

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu