Rahmah

Dalil-dalil yang Menegaskan Bolehnya Merayakan Maulid Nabi, Yuk Cek Sekarang

Tidak benar anggapan bahwa Maulid Nabi bid'ah


Dalil-dalil yang Menegaskan Bolehnya Merayakan Maulid Nabi, Yuk Cek Sekarang
Perayaan maulid nabi (pexels.com/raynl)

AKURAT.CO Maulid Nabi merupakan hari peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad. Kegiatan ini biasa dilakukan mayoritas orang Islam baik di pesantren maupun di kampung-kampung, bahkan di kota-kota.

Memperingati maulid Nabi menjadikan kita selalu ingat dengan perjuangan Nabi. Tentu paling penting, adalah mengambil ajaran dan teladan yang dilakukan olehnya selama masa hidupnya.

Namun meskipun demikian masih ada saja orang yang menentang maulid Nabi. Maulid Nabi dianggap sebagai kegiatan sesat karena tidak ada dalil-dalil yang membolehkannya. 

Padahal ada banyak dalil yang justru membolehkan melakukan maulid nabi. Diantaranya dalam al-Qur’an surat Yunus ayat 58 dan surat al-Abiya’ ayat 107, Allah SWT berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ. يونس: ٨٥

Artinya: "Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus: 58)

Islam adalah agama karunia yang dapat menyelamatkan umat manusia dari ketersesatan. Nabi Muhammad sendiri merupakan orang yang membawa risalah Islam untuk keselamatan manusia. Memperingatinya adalah sebuah hal yang wajar dan bahkan keharusan sebagai bentuk terimakasih atau cinta umatnya kepada nabinya.

Begitulah para mufasir mengatakan bahwa karunia Allah adalah apapun yang membuat seseorang beruntung di dunia dan akhirat. Maka diturunkannya Islam melalui Nabi Muhammad adalah sebuah karunia agung yang sudah seharusnya kita syukuri.

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. الأنبياء: ١٠٧

Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS al-Anbiya: 107).