Olahraga

Dalih Menpora saat Sebut Fajar/Rian Belum Dikenal Publik

Sebelumnya, Menpora menyebut Fajar/Rian sebagai pebulutangkis yang bermain di sektor tunggal putra dan belum dikenal publik.


Dalih Menpora saat Sebut Fajar/Rian Belum Dikenal Publik
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali (Tangkapan layar.)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali memberikan klarifikasi terkait potongan video wawancara dirinya dengan salah satu stasiun televisi swasta nasional terkait ganda putra andalan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang viral di media sosial.

Diketahui, dalam video yang beredar tersebut, Menpora Amali menyebut bahwa Fajar/Rian sebagai pebulutangkis yang bermain di sektor tunggal putra. Selain itu, dia juga menyebut ganda putra nomor 7 dunia itu masih baru dan belum dikenal publik.

"Ada tunggal putra kita yang baru Fajar Rian. Sebelum-sebelumnya kan publik tidak begitu kenal dengan mereka, kali ini mereka tampil dan bahkan menang dua set langsung. Itu satu hal yang menggembirakan," kata Menpora Zainudin Amali dalam video itu, yang diunggah oleh akun Twitter @andar_sihombing, Minggu (17/10).

Akibat pernyataan tersebut, Menpora Amali sempat menjadi perbincangan warganet dan masuk dalam daftar trending topic di Twitter. Bahkan, tak sedikit yang menganggap sang menteri telah melakukan blunder.

Menanggapi hal itu, Menpora Amali mengatakan bahwa apa yang disampaikan para netizen tersebut salah. Sebaliknya, ia justru memuji kualitas dan pembinaan atlet yang dilakukan oleh PBSI selaku induk olahraga bulu tangkis nasional.

"Mana berita tentang Fajar dan Rian yang tidak dikenal itu..? Padahal yang saya maksudkan itu, saya memuji strategi pelatih ganda putra kita karena menurunkan Fajar dan Rian yang mungkin saja pihak lawan belum terlalu mengenal permainan mereka, karena posisi ranking pasangan ini dibawah Markus/Kevin atau Hendra/Ahsan yang sudah menempati peringkat atas atau pola permainannya sudah sangat dikenal oleh lawan," kata Menpora Amali dalam siaran persnya, Selasa (19/10).

"Saya juga mengapresiasi PBSI yang sudah mempersiapkan lapisan pemain yang akan mengisi posisi ganda kita yang sedang berada di posisi atas itu bila sudah pensiun nanti. Itu saja sebenarnya yang saya jelaskan," tambah Menpora.

Lebih jauh, Menpora Amali mengapresiasi kerja PBSI, kerja tim di kepengurusan yang baru yang sudah mampu melakukan penataan tata kelola organisasi dan membenahi pembinaan bulutangkis ke arah yang lebih baik. 

"Ini beberapa hal yang membuat saya senang di kepengurusan yang baru Pak Agung Firman sudah mampu melakukan tata kelola PBSI yang baik," tutur Menpora Amali.

Menpora Amali menilai, PBSI saat ini sudah bergerak kearah pembinaan atlet elit nasional, sehingga ukuran Olimpiade, Piala Thomas, All England menjadi pantauan pemerintah sejauh mana pembinaan cabor bulutangkis ini yang ditempatkan dalam cabor unggulan pertama dalam DBON. 

"Untuk mendapatkan talenta atlet dengan performa tinggi dibutuhkan waktu panjang setidaknya 10 ribu jam atau 10 tahun. Saya selalu melihat bagaimana progres ini berjalan untuk menunjang DBON dan persiapan Olimpiade Paris 2024 mendatang," tandasnya.

Sumber: Kemenpora