News

Dalami TWK, Komnas HAM Mintai Keterangan Abraham Samad CS

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus menyelidiki dugaan pelanggaran HAM dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Dalami TWK, Komnas HAM Mintai Keterangan Abraham Samad CS
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus menyelidiki dugaan pelanggaran HAM dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini, Jumat (18/6/2021), secara marathon Komnas HAM meminta keterangan empat pimpinan KPK periode sebelumnya. 

Mereka dimintai keterangan selama hampir empat jam di kantor Komnas HAM. Mulai pukul 10.30 hingga pukul 15.00 WIB.

Empat eks pimpinan KPK yang dimintai keterangan itu, yakni Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 Saut Situmorang; Wakil Ketua KPK periode 2011-2015 Bambang Widjojanto; Wakil Ketua KPK periode 2007-2011 M Jasin; dan Ketua KPK periode 2011-2015 Abraham Samad.

Pemeriksaan terhadap empat eks pimpinan KPK itu dilakukan setelah kemarin, Kamis (17/6/2021) Komnas HAM memeriksa Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. 

Komisioner bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, Abraham Samad dan Saut Situmorang diminta penjelasan tentang mekanisme kerja serta kontrol di KPK.

"Pola hubungan antara staf dengan  pimpinan kayak apa? Pola untuk memastikan kinerjanya masih baik kayak apa? Pola target penyelesaian kasus dan sebagainya  juga kayak apa?” kata Choirul Anam menjelaskan materi pertanyaan kepada Samad dan Saut Situmorang dalam jumpar pers di kantornya.

Dari keterangan keempatnya, kata Choirul, Komnas HAM punya gambaran tentang mekanisme kontrol di internal KPK terkait pengamalan nilai-nilai UUD 45, Pancasila, serta kebangsaan. Selain itu, Komnas HAM juga menggali pandangan para mantan pemimpin KPK tentang revisi  Undang-Undang KPK. 

"Termasuk paling akhir kami tanyakan tadi, apa sikap mereka terhadap perubahan UU Nomor 19/2019 tentang KPK. Sikap kelembagaan ataukah sikap personal. Ternyata itu adalah sikap kelembagaan,” jelas Anam. 

Sebelumnya, Kamis (17/6), Komnas HAM memeriksa Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Dia dicecar mengenai  pengetahuannya terkait TWK yang menyebabkan 75 pegawai dinonaktifkan. 

Namun, kata Anam, ada banyak pertanyaan yang tak dapat bisa dijawab oleh  Ghufron. Misalnya, kenapa tes tak dilakukan secara terulis.

Pernyataan Anam itu langsung diprotes Nurul Ghufron hari ini juga. Ia membantah bahwa dirinya tak tahu-menau penggagas TWK itu. Ia mengatakan, TWK pertama kali muncul saat rapat di ruang nusantara gedung DPR. Penjelasan Ghufron itu justru bertentangan dengan penjelasannya setelah diperiksa Ombudsman terkait dugaan maladministrasi pada Kamis (10/6/2021) lalu.[]