News

Dalami Kasus PUPR, KPK Panggil Mantan Kabiro Perencanaan dan KLN


Dalami Kasus PUPR, KPK Panggil Mantan Kabiro Perencanaan dan KLN
Plt Juru Bicara KPK bidang penindakan, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap mantan Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Kementerian PUPR, Ayi Hasanudin, dalam penyidikan kasus proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016.

Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri, mengungkapkan bahwa Ayi Hasanudin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur atau Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group) Hong Artha John Alfred (HA).

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka HA terkait tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016," ungkapnya saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Selain Ayi, KPK juga memanggil seorang saksi lainnya untuk tersangka Hong Artha, yaitu Moch Iqbal Tamher, seorang PNS di Kementerian PUPR.

Diketahui, Hong Artha ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2018 lalu. Ia merupakan tersangka ke-12 dalam kasus di Kementerian PUPR tersebut.

Ia memberikan suap kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary senilai Rp10,6 miliar dan juga memberikan suap kepada mantan Anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp1 miliar.

Dalam kasus itu, Amran telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 4 bulan kurungan karena menerima Rp2,6 miliar, Rp15,525 miliar dan 202.816 dolar Singapura.

Selain itu, Damayanti juga telah divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima 278.700 dolar Singapura dan Rp1 miliar.[]

Deni Muhtarudin

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu